CIMT-GT Jajaki Bisnis Karet-Transprtasi di Sumsel..

PEMPROV SUMSEL  SABTU, 20 JULI 2019 , 08:59:00 WIB

CIMT-GT Jajaki Bisnis Karet-Transprtasi di Sumsel..
RMOLSumsel. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menerima Direktur Centre for Indonesia-Malaysia-Thailand Sub Regional Cooperation (CIMT- GT) di Griya Agung Palembang, Jumat (19/7). Audiensi tersebut dalam rangka kerjasama yang akan dilakukan kedepan berkenaan dengan pengembangan karet dan tranportasi yang ada di Provinsi Sumsel.

Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengaku bangga atas terpilihnya Provinsi Sumsel sebagai daerah yang menjadi tujuan penjajakan kerjasama oleh Centre for Indonesia-Malaysia-Thailand Sub Regional Cooperation (CIMT- GT). Mengingat Provinsi  Sumsel merupakan salah satu provinsi  penghasil karet terbesar di Indonesia.

 Apalagi belum lama dirinya berkesempatan mendampingi Presiden Republik Indonesia pada KTT ASEAN ke-34 sekaligus IMT-GT ke-12, di Bangkok Thailand.  Menurutnya, kegiatan itu juga sempat membahas mengenai peningkatan produktivitas pertanian dengan pemanfaatan teknologi baru,  dan pengembangan industri karet yang tangguh. Ini artinya  seirama dengan keinginan CIMT-GT. 


Kami (Pemprov Sumsel) mengucapkan terima kasih, Saya butuh dukungan dan Saya akan aktif menerima informasi dan meneruskannyan ke masyarakat. Kedepan program kita  berkaitan dengan ini akan lebih agresif lagi,” tuturnya 


Sementara itu Direktur Centre for Indonesia-Malaysia-Thailand Sub Regional Cooperation (CIMT- GT) Firdaus Dahlan CIMT-GT menegaskan,  program CMT-GT terdapat 7 pilar dan yang sangat berkaitan dengan provinsi Sumsel yakni kerjasama di bidang karet dan tranpostasi.


Kebetulan ada program CMT-GT untuk pengembangan kota karet atau yang dinamakan dengan rubber city. Nah rubber city ini sudah di endorse program nya itu oleh pimpinan kepala negara di tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand,” tuturnya.


Dikatakan pengembangan karet bertujuan untuk meningkatkan konsumsi dalam negeri, karena konsumsi dalam negeri terhadap karet itu ternyata masih kurang.


Kita lebih banyak mengekspor karet dalam bentuk yang mentah sudah jelas harganya lebih rendah. Sekarang ini tinggal bagaimana caranya mengembangkan industri hilir dari karet, Sebagai contoh karet bisa digunakan untuk penyerap gempa bumi dibidang konstruksi yang dapat menyerap hingga 6 SR gempa bumi, mengingat sumatera daerah rawan didalam masalah gempa bumi,” ungkapnya 


Lebih jauh dikatakan Firdaus, teknologi pengembangan karet tersebut dapat dilakukan akan berdampak pada komoditi karet yang mempunyai nilai tinggi.


Kami lihat respon Pemerintah Provinsi Sumsel sangat bagus sekali, jadi ada semangat yang tinggi dari Gubernur beserta jajarannya. Kedepan kami berharap akan ada suatu kegiatan yang konkrit. Tentunya kita tidak bisa membuat satu program yang langsung besar, jadi kita buat program  kecil yang langsung nyata,” pungkasnya. [ida]


Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00