Bamsoet Ajak Lawan Bersaing Secara Demokratis

Politik  KAMIS, 18 JULI 2019 , 23:57:00 WIB

Bamsoet Ajak Lawan Bersaing Secara Demokratis
RMOLSumsel. Bursa calon ketua umum Golkar makin ramai. Sejumlah kader mulai berani mendeklarasikan diri sebagai calon penantang petahana, Airlangga Hartarto.

Mereka antara lain Ketua Satker Ulama Partai Golkar, Ali Yahya dan mantan Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar, Ulla Nuchrawatty yang mendeklarasikan diri bersama dengan Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Hotel Sultan, Jakarta, hari ini, Kamis (18/7).

Praktis saat ini ada empat nama kandidat calon ketua umum yang bakal dibawa ke dalam Munas Golkar akhir tahun ini, termasuk Airlangga.

Dalam pidatonya, Bamsoet menyebut alasan dirinya maju sebagai caketum lantaran dorongan dari para kader Golkar daerah yang menghendaki perubahan.

"Saya maju karena aspirasi dari kader-kader di daerah. Saya tidak ingin ketua Golkar di daerah jual harta bendanya karena dana saksi yang tidak turun. Saya tidak ingin ketua daerah disalahkan atas merosotnya suara partai sementara tak ada support dari pusat," kata Bamsoet usai deklarasi.

Dalam kesempatan itu, Bamsoet mengajak setiap kader yang maju sebagai bakal calon ketua umuk untuk bertarung secara demokratis. Ketua DPR RI ini juga mengharamkan kompetisi yang penuh ancaman dan paksaan.

"Mari para calon, termasuk Pak Airlangga kita bertarung sehat tanpa ancaman dan tekanan. Biar rakyat melihat apakah kita mengelola partai ini secara demokratis atau otoriter," tegas Bamsoet.

Sementara itu, Koordinator Bidang Relawan dan Ormas DPP Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Satuan Karya Ulama Partai Golkar, Ali Yahya mengatakan dirinya maju dalam bursa pencalonan sebagai bukti bahwa Golkar memiliki banyak kader berkualitas.

"Kalau ibarat perusahaan, Golkar itu sahamnya terbuka, bukan milik perorangan. Makanya tidak benar kalau ada anggapan Golkar itu miskin kader," tegasnya.

Ali pun mendesak agar Munas segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Munas perlu dilakukan untuk mengevaluasi dan menentukan arah kebijakan Partai Golkar lima tahun ke depan.

"Perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap apa yang telah dikerjakan kepengurusan periode ini. Harus ada formula baru dalam mengelola partai dalam menghadapi tantangan ke depan," tandas Ali. [yip]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00