Divonis Bersalah, Komisioner KPU Palembang Resmi Nyatakan Banding

Oleh: Harris Suprapto

Politik  SENIN, 15 JULI 2019 , 20:40:00 WIB

Divonis Bersalah, Komisioner KPU Palembang Resmi Nyatakan Banding

rmolsumsel

RMOLSumsel.Setelah divonis bersalah oleh majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, akhirnya lima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang resmi menyatakan banding.

Upaya hukum ke Pengadilan Tinggi tersebut dipastikan setelah Rusli Bastari, selaku kuasa hukum kelima terdakwa kasus dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu tersebut mendatangi Pengadilan Negeri Palembang untuk mengambil salinan putusan hakim, Senin (15/7).

Adapun salinan putusan atas hasil persidangan yang digelar pada 12 Juli lalu itu diserahkan Panitera Muda (Panmud) Pidana Pengadilan Negeri Palembang Marduan. "Besok kita akan sampaikan ke Pengadilan Tinggi untuk banding," ujar Rusli.

Rusli menjelaskan, setelah memori banding diserahkan, pihak Pengadilan Tinggi baru akan menjadwalkan persidangan. "Dalam waktu tujuh hari setelah memori banding masuk, sudah ada hasil putusan,” ucapnya.

Tentut harapan kami karena ini upaya hukum terakhir, majelis hakim akan mengambil putusan seadil-adilnya dengan membebaskan klien kami dari segala tuntutan, sehingga kedepan dapat kembali menjalankan tugas sebagai penyelengara pemilu," harapnya.

Disamping itu Panitera Muda Pidana Pengadilan Negeri Palembang Marduan mengatakan, pihaknya telah menerima akte pernyataan banding dan pihaknya juga telah menyerah salinan putusan banding. "Ya, kelimanya resmi mengajukan banding," ujarnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ursula Dewi mengatakan, pihaknya juga akan mengajukan banding. "Besok kita akan banding," katanya.

Seperti diketahui, dalam persidangan beberapa waktu lalu, kelima komisioner KPU Palembang tersebut, Eftiyani, Syafarudin Adam, Aabdul Malik, Alex Barzili dan Yetty Oktarina divonis bersalah melanggar Pasal 554 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu Jo Pasal 55 KUHP.

Atas perbuatan tersebut, majelis hakim yang diketuai Erma Suharti menghukum para terdakwa dengan pidana penjara selama enam bulan dengan masa percobaan satu tahun dan denda Rp10 juta subsider satu bulan kurungan. [sri]

 



 

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00