Soal Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi, Gerindra Terbelah

Politik  KAMIS, 11 JULI 2019 , 13:41:00 WIB

Soal Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi, Gerindra Terbelah
RMOLSumsel. Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono membantah, pihaknya mensyaratkan kepulangan M Rizieq Shihab untuk rekonsiliasi. Padahal sebelumnya Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengemukakan syarat tersebut.

Kemarin Arief menyebut, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak pernah mengajukan syarat rekonsiliasi dengan Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) berupa pemulangan Rizieq.

"Itu kan baru pandangan-pandangan dari orang-orang yang dekat sama Habib Rizieq saja, bukan dari Pak Prabowo," tutur Arief seperti dikutip dari BBC News Indonesia, Kamis (11/7).

Ia memastikan bahwa rapat internal untuk membahas rencana rekonsiliasi Prabowo dan Jokowi sendiri belum pernah dilakukan.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani tidak menampik bahwa salah satu syarat islah antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo adalah pemulangan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab.

Bukan hanya Rizieq, Muzani menegaskan, ratusan masyarakat yang ditahan selama masa Pilpres 2019 lalu juga harus dibebaskan.

Keseluruhan. Bukan hanya itu, tetapi keseluruhan. Kemarin-kemarin kan banyak ditahan-tahanain. Ratusan orang lagi pada diproses,” ungkap Muzani di gedung DPR, Senayan, Jakarta kemarin.

Menurut Muzani, islah harus meniadakan dendam. Dia menegaskan, islah tidak akan terlaksana kalau masih ada dendam.

Karena itu, ujar dia, suasana tersebut harus diredakan atau dikendurkan sehingga islah menjadi kuat.

Anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra itu mengingatkan bahwa rekonsiliasi itu bukan sekadar lip service, maupun dagangan politik dan bualan semata.

Kami sampaikan pada kawan-kawan bahwa rekonsliasi, islah, penyatuan, itu akan terjadi sebagai sesuatu yang genuine. Kami sampaikan itu ya tidak boleh ada proses kriminalisasi dan seterusnya,” kata anggota Komisi I DPR ini.

Muzani menegaskan, tidak ada persyaratan lain selain hal tersebut untuk melakukan islah. Menurut dia, yang penting adalah bagaimana perbedaan pemahamaan, pandangan, pilihan masyarakat ini  menjadi cair, sehingga ada energi bagi bangsa Indoneaia untuk menata ke depan.

Nah, energi baru ini yang kemudian harus dipupuk untuk membangun Indonesia,” ujarnya seperti diberitakan JPNN kemarin. [ida]

Komentar Pembaca
SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00