Terjaring Bawa Pirek, Ternyata Pemuda Ini Juga Terlibat Bobol Rumah

Laporan: Haris Suprapto

Kriminal  RABU, 03 JULI 2019 , 12:46:00 WIB

Terjaring Bawa Pirek, Ternyata Pemuda Ini Juga Terlibat Bobol Rumah

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Tertangkap tangan membawa pirek (alat shabu) saat anggota Unit Reskrim Polsek Kalidoni Palembang, ternyata setelah menjalani pemeriksaan WAM (19) dan AFS alias Ezi (16) juga terlibat aksi kriminal.

Hasil pemeriksaan petugas, kedua remaja ini terlibat lima kali bobol rumah di sejumlah wilayah dalam Kota Palembang. Setiap beraksi pelaku hanya mengambil sepeda motor yang ada di dalam rumah.

Kedua pelaku diamankan saat kita menggelar razia rutin di BGR Jalan RE Martadinata. Lalu kami lakukan pengembangan ternyata kedua pernah terlibat pembobolan rumah dan pencurian sepeda motor,” ujar Kapolsek Kalidoni AKP Irene didampingi Kanit Reskrim Ipda Hermanto.

AKP Irene menjelaskan, saat melakukan aksi tersebut, kedua pelaku selalu membawa obeng sebagai alat untuk membobol rumah. Adapun beberapa lokasi yang pernah menjadi sasaran pelaku seperti di KM 14, Kebun Bunga, Pendawa (Jalan Bambang Utoyo), Sekojo Ujung dan daerah Intirup, Kalidoni.

Dalam melancarkan aksinya pelaku mulai bergerak sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, ketika pemilik rumah sedang tidur pulas dan mengincar rumah yang dikira mudah untuk dibobol.

Saat beraksi pelaku berbagi tugas, tersangka WAM masuk ke dalam rumah, sedangkan AFS menunggu di luar mengawasi keadaan,” jelasnya.

Sementara ini Kapolsek menambahkan, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut, karena diduga masih ada aksi kejahatan lain yang melibatkan keduanya.

Informasi yang kita dapat masih ada satu pelaku lain dalam komplotan mereka yang saat ini masih diburu dan bersama kedua pelaku juga diamankan barang bukti 3 buah HP dan linggis,” tambahnya.

Sementara itu tersangka WAM mengaku sengaja mengajak Eza, teman masa kecilnya dengan berkomunikasi melalui pesan Facebook dan dari kelima aksi yang dilakukan satu kali ketahuan satpam di Komplek Kebun Bunga dan hanya mendapat ponsel.

Setiap motor biasa kami jual seharga Ro1,5-Rp2,5 juta ke daerah Boombaru. Uang yang kami dapat dibagi dan ada juga untuk beli shabu,” tuturnya. [irm]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00