DPRD Pun "Kepo" Soal RSUD

Ferlan Diisukan Mau Gagalkan Pembangunannya

#hashtag  SENIN, 01 JULI 2019 , 18:21:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

DPRD Pun

Anggota Komisi III DPRD OKU/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Apa kabar hikayat mengenai rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo, Baturaja?

Banyak pihak di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ini bertanya-tanya. Termasuk para wakil rakyat yang duduk di Komisi III DPRD OKU, yang membidanginya.

Karena diketahui, saat ini sudah masuk tahun kedua pembongkaran sebagian gedung rumah sakit plat merah tersebut, yang rencana pembangunan tahap pertamanya akan menghabiskan anggaran Rp58,7 miliar.

"Sampai saat ini, kami belum tahu perkembangannya," ujar Ketua Komisi III DPRD OKU, Ridar Hariyuwono, saat dibincangi di ruang Komisi III, Senin (1/7) siang.

Sama halnya dengan penuturan Koordinator Komisi III, yang juga Wakil Ketua DPRD OKU, Ferlan Yuliansyah ID Murod, didampingi rekannya Fakhrudin, di ruang yang sama.

"Sampai detik ini, belum ada kabar kelanjutan ataupun tembusan ke Komisi," ungkap Ketua DPC PDIP OKU itu.

Boro-boro dapat jawaban, saat ingin menindaklanjuti sejauh mana perkembangan rencana pembangunannya, termasuk ingin mengetahui apakah ada hambatan atau tidak, baik itu mengenai berkas dan lain sebagainya, Ferlan justru diterpa isu tak sedap.

"Ya betul, saya malah sempat diisukan mau menggagalkan pembangunan rumah sakit itu. Saya tidak ngerti tujuannya apa," ungkap Ferlan.

Lebih lanjut diungkapkan, bahwa dirinya selaku Wakil Ketua DPRD OKU, turut hadir sewaktu penandatanganan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) di Jakarta, selaku pihak yang akan menggelontorkan dana talangan untuk pembangunan gedung lima lantai RSUD.

"Saya hadir waktu penandatanganan di Jakarta tahun lalu. Setelah itu, saya tidak tahu lagi. Dan tidak ada kabar beritanya sampai saat ini. Sayup-sayup terdengar itu batal, tapi resminya kami tidak tahu," jelas dia.

Ridar Hariyuwono menambahkan, bahwa sedari awal pihaknya menyayangkan pembongkaran sebagian gedung RSUD itu.

Soalnya kala itu, pembongkaran dilakukan dengan tidak diiringi kesiapan dana.

"Dana belum ada, tapi dibongkar. Padahal itu untuk kepentingan umum," katanya.[rik]

Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00