Warga Nilai Normalisasi Sungai PALI Tak Sesuai

Oleh: Ari Wibowo

Sosial  KAMIS, 20 JUNI 2019 , 17:59:00 WIB

Warga Nilai Normalisasi Sungai PALI Tak Sesuai

Saat banjir merendam jalan penghubung Desa Semangus/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Warga Desa persiapan Simpang Solar tepatnya di Dusun Tumpang Sari, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menilai pekerjaan normalisasi sungai yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) PALI tidak sesuai harapan dan  tidak membantu warga setempat.

Normalisasi sungai PALI yang membentang di jalan penghubung Desa Semangus Kecamatan Talang Ubi, tepatnya di penghujung Dusun Tumpang Sari desa persiapan Simpang Solar, dilakukan pada tahun 2018 ini tidak mengurangi debit banjir tahunan dan tidak juga menjadi tempat penampungan air ketika musim kemarau.

"Hanya dibersihkan pinggir sungainya saja, tidak dilakukan pengerukan dalam sungainya, jadi hanya merobohkan pohon-pohon pinggiran sungai saja. Jadi kalau musim kemarau tidak bisa menjadi penampungan, karena airnya lewat saja. Sedangkan musim penghujan, masih tetap banjir dan menggenangi jalan, sehingga aktivitas warga tetap terganggu," kata Suratmin warga sekitar, Kamis (20/6).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan , selain normalisasi hanya di bibir sungai, banyak tanah yang berada di tepian sungaipun longsor, sehingga menambah pendangkalan di beberapa titik sungai. Ditambah, sejumlah pohon dan batang kayu yang disisakan saat pengerjaanpun banyak yang tumbang ke arah sungai.

"Banyak juga tanah yang di pinggir sungai longsor, sehingga menambah dangkal sungai. Batang kayu yang berukuran lumayan besarpun yang tidak dibersihkan banyak yang roboh ke sungai juga. Jadi, normalisasi itu tidak membantu, hanya sekedar membersihkan pinggiran sungai saja," katanya.

Sementara, Pjs Kepala Desa (Kades) persiapan Simpang Solar, Sulaiman, saat dibincangipun menjelaskan hal yang serupa, menurut dirinya, pengerukan yang dilakukan oleh Pemda PALI  tidak sesuai harapan warga. Sebab, pada hilir sungai dari jembatan yang sering banjir kondisinya pendangkalannya lebih parah, namun tidak dilakukan pengerukan.

"Harusnya saat proses pengerjaan dari awal, berkoordinasi dengan warga sekitar yang memahami kondisi sungai tersebut. Ajak warga yang memang benar-benar tahu, yang mana harus dinormalisasi dan yang mana tidak perlu, jadi tidak mubazir pekerjaannya. Apalagi dilakukan dekat dengan jembatan dan jalan penghubung perekonomian rakyat, seharusnya lebih bermanfaat," ujar Kades

Pada saat musim penghujan datang, lanjut Sulaiman, sebelum dilakukan normalisasi banjir pertahun hanya tiga atau empat kali air menyeberangi jalan. Namun, tahun ini (2019) sudah lima kali air sungai tersebut meluap dan menyebrangi jalan, sehingga mengganggu aktifitas warga.

"Alhamdulillah tahun 2019 ini sudah lima kali, biasanya setiap tahun hanya tiga atau empat kali bajir, tahun ini ada peningkatan," ujarnya.

Soal ketinggian air yang menggenangi jalan, menurut Kades sempat tidak dapat sama sekali dialui kendaraan dan harus melalui jalan memutar yang jaraknya tiga kali lipat.

"Terakhir waktu lebaran kemarin sedalam semeter lebih, dan biasanya kedalamannya bervariasi. Harapan kami kalau bisa pihak terkait segera memperbaiki hulu sungai ini agar tidak terjadi banjir lagi," jelasnya.[sri]




Komentar Pembaca
SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00