Sidang Keempat di MK Dimulai Siang Ini

Hukum  KAMIS, 20 JUNI 2019 , 10:33:00 WIB

Sidang Keempat di MK Dimulai Siang Ini
RMOLSumsel. Seperti yang telah diduga, Sidang Gugatan Sengketa PHPU Pilpres 2019 kemarin berlangsung sangat lama. Sidang ketiga di Mahkamah Konstitusi (MK) itu berlangsung hingga pukul 05.00 WIB pagi ini, Kamis (20/6). Karena itu Sidang Keempat akan dimulai pukul 13.00 WIB.

Diberitakan Kantor Berita BBC,  saat sidang dimulai Rabu (19/6) pagi, tim kuasa hukum paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menghadirkan 15 saksi, dua ahli, serta sejumlah bukti. Namun, dalam perkembangannya, satu saksi yakni Haris Azhar, tidak bersedia hadir dengan memberikan surat ke ketua Mahkamah Konstitusi.

Sidang ketiga tersebut berakhir pada Kamis (20/6) sekitar pukul 05.00 WIB. Selanjutnya, sidang akan dimulai kembali pada Kamis (20/6) pukul 13.00 WIB.

Sidang sengketa pilpres berlanjut, MK tolak permintaan tim Prabowo agar para saksi dilindungi   MK minta KPU dan tim hukum Jokowi tak persoalkan revisi gugatan kubu Prabowo
    MK gelar sengketa pilpres yang diajukan Prabowo: 'Hakim tidak bisa didesak ini dan itu'

Saksi pertama yang dimajukan adalah Agus Muhammad Maksum yang berdomisili di Sidoarjo, Jawa Timur. Agus mengaku merupakan bagian dari tim pasangan capres Prabowo-Sandiaga yang meneliti dan memberikan masukan kepada KPU mengenai DPT pasangan capres tingkat nasional.

Dalam keterangannya, Agus mempersoalkan data 17,5 juta orang dalam daftar pemilih tetap ( DPT) yang bermasalah. Agus, mengklaim ada ketidakwajaran data pemilih dalam jumlah tersebut.

Menurutnya, dari 17,5 juta orang, terdapat 9,8 juta di antara mereka yang tanggal lahirnya sama, yakni pada 1 Juli. Kemudian, ada 5,3 juta yang lahir pada 31 Desember. Selain itu, ada 2,3 juta yang lahir pada 1 Januari.

"Itu tidak wajar, karena yang lahir 1 Juli itu ada 20 kali lipat dari data normal," kata Agus.

Agus juga mengklaim ada kartu keluarga (KK) manipulatif sebesar 117.333, artinya dalam satu kartu berisi lebih dari 1.000 orang, nomor KK yang tidak sesuai nomenklatur, dan alamat yang berbeda-beda.

Akan tetapi, ketika ditanya majelis hakim soal korelasi antara dugaan KK manipulatif dan pengguna hak pilih pada Pemilu 2019, Agus Maksum tidak dapat menjelaskan korelasinya.

Agus kemudian mengatakan tidak dapat memastikan apakah seluruh nama yang dalam KK menggunakan hak pilihnya atau tidak. Sebab, pihaknya tidak melakukan rekapitulasi. "Saya tidak bisa menjawab karena tidak melakukan rekap. Karena jumlah beda-beda," ujar Agus.

"Jadi walaupun ada KK yang invalid tapi Anda tidak bisa memberikan keterangan kepada Mahkamah bahwa jumlah itu sekaligus pengguna hak pilih," ucap Saldi.
Hak atas foto Antara/Hafidz Mubarak A
Image caption Agus Muhammad Maksum selaku saksi dari kuasa hukum Prabowo-Sandiaga memberikan keterangan saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6).

Guna memperkuat tuduhan terkait 17,5 juta pemilih dalam DPT, tim kuasa hukum Prabowo menyediakan barang bukti P.155 berupa dokumen.

Namun, bukti itu kemudian dipertanyakan hakim Enny Nurbaningsih karena tidak ada dalam bukti fisik yang diserahkan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ini kan kemarin sudah diverifikasi barang bukti, muncul P.155 yang disebut mengenai data 17,5 juta pemilih yang tidak wajar," ujar Enny.

Menurut hakim Aswanto, dalam daftar bukti pemohon yang sudah diverifikasi, tercantum bukti P.155 tersebut. Namun, setelah dicari, fisik bukti berupa dokumen itu tidak ada.

Tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga Uno, mengaku kesulitan menyertakan bukti dengan nomor P-155 karena keterbatasan mesin fotokopi. Bukti tersebut boleh dikumpulkan hingga pukul 16.00 WIB.

Lebih jauh, tim Prabowo-Sandiaga menarik sejumlah alat bukti tambahan yang sempat diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Total ada 94 boks yang ditarik dari MK.

Bukti-bukti yang ditarik ini merupakan bukti dokumen C1. [ida]

Komentar Pembaca
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Sudah 4 Hari, Api Belum Bisa Dipadamkan

Sudah 4 Hari, Api Belum Bisa Dipadamkan

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 19:11:44

Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00