Capacity Bulding BI Soal Uang Virtual

Ekonomi  KAMIS, 20 JUNI 2019 , 09:19:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Capacity Bulding BI Soal Uang Virtual
RMOLSumsel. Bali menjadi sasaran empuk bagi mata uang virtual. Bahkan, ungkap Kepala Perwakilan BI Bali Causa Iman Karana, keberadaan mata uang virtual di wilayah ini berkembang sangat pesat.

"Tugas penting Bank Indonesia di Bali adalah, melakukan pengawasan terhadap peredaran rupiah di Bali. Karena, saat ini perkembangan sistem pembayaran uang virtual sangat berkembang di Bali," sampainya dinsela-sela kegiatan Capacity Building bersama Wartawan Ekonomi dan Bisnis Sumatera Selatan di Hard Rock Hotel, Bali, Kamis (20/6).

Pria yang akrab disapa CIK ini juga menerangkan, pengawasan terhadap mata uang virtual harus dilakukan, karena mata uang tersebut cukup menganggu terhadap mata yang rupiah dan perdagangan di disini.

Karena pihaknya menilai mata uang virtual berisiko dan sarat spekulasi karena tidak ada otoritas yang bertanggung jawab, tidak terdapat administrator resmi, tidak terdapat dasar dari harga mata uang, serta nilai perdagangan yang fluktuatif.

"Jadi ini salah satu tugas yang harus dilaksanakan BI Wilayah Bali. Bahkan, kita ada tim khusus yang terjun ke lapangan guna meminimalisasi penggunaan mata uang digital tersebut," tuturnya.

Terkait dengan pengawasan lain, BI Perwakilan Provinsi Bali juga memiliki tugas yang sama dengan kantor Perwakilan BI di Sumatera Selatan.

Dimana, Bank Indonesia memiliki tugas untuk melakukan pertemuan rutin, termasuk diminta masukan oleh pemerintah sebagai acuan pembangunan daerah.

Diamana, salah satu tugasnya yang berkaitan dengan pariwisata adalah, melakukan survey yang dilakukan diantaranya survey prilaku wisatawan manca negara.

"Ada 12 survey yang rutin dilakukan, dinataranya adalah, malakukan survey perilaku wisatawan," terangnya.

Survey periaku wisatawan menjadi hal penting karena pertumbuhan perekonomian ini sangat tergantung pada pariwisatanya.

"Perekonomian di Bali sangat tergantung dari pariwisata semakin tinggi wisatawan yang berkunjung di Bali maka perekonomian di Bali akan terus tumbuh. Jadi perlu dijaga agar pariwisata ini tidak terganggu," tandasnya.[ida]

Komentar Pembaca
Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

SENIN, 15 JULI 2019 , 14:53:43

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

JUM'AT, 12 JULI 2019 , 14:15:15

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

KAMIS, 11 JULI 2019 , 17:38:25

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00