Dikirimi Sampah, Indonesia Kirim Balik ke Kanada

On The Spot  MINGGU, 16 JUNI 2019 , 19:30:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Dikirimi Sampah, Indonesia Kirim Balik ke Kanada
RMOLSumsel. Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun dan Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sayid Muhadhar mengatakan, Indonesia telah mengekspor kembali lima kontainer sampah asal Kanada, yang dikirim tidak sesuai Pemberitahuan Impor Barang (PIB).

"Skrap kertas berasal dari Kanada, tetapi pelabuhan muatnya ada di Seattle (di Amerika Serikat). Jadi kita kembalikan dulu ke Seattle, ke pelabuhan muatnya," ungkap Sayid Muhadhar seperti diberitakan BBC News Indonesia, Minggu (16/6).

Sayid lantas memaparkan kronologis pengembalian kembali kelima kontainer tersebut pada Jumat (14/6) dari Pelabuhan Surabaya.

"Akhir Maret atau awal April ada importasi yang tak biasanya, terindikasi bercampur dengan limbah-limbah lain, popok bekas, plastik bekas dan lain-lain sehingga oleh bea cukai ditahan.

"Setelah dikonfirmasi ke KLHK, kami sampaikan ini bukan skrap kertas sebagaimana yang diimpor sehingga kita harus re-ekspor kembali.

"Tapi reekspor kan butuh waktu, butuh konfirmasi ke negara asal dan seterusnya. Akhirnya Juni ini baru bisa kita reekspor kembali."

Selama bertahun-tahun China menerima sebagian besar plastik bekas dari seluruh dunia, tetapi berhenti pada tahun lalu dalam upaya membersihkan lingkungannya.

Sejak saat itu, sejumlah besar limbah telah dialihkan ke Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Indonesia, dan Filipina.

Bulan lalu, Malaysia telah berjanji untuk mengirim kembali ratusan ton sampah plastik ke engara asalnya, sedang Filipina memicu pertikaian diplomatik dengan Kanada setelah memerintahkan untuk mengirim kembali berton-ton sampah yang dibuang di negara itu.

Namun Sayid Muhadhar dari KLHK mengatakan bahwa Indonesia masih mengizinkan impor plastik dari luar.

"Plastik yang boleh diimpor, seperti plastik bersih, yang dapat didaur ulang, yang bukan dari TPA, tidak kotor," jelas Sayid.

Seraya menambahkan, "Kalau plastik itu bercampur dengan bahan kimia lain, dengan limbah lain, pasti direekspor kembali."

Saat ini pemerintah juga tengah mengkaji sejumlah kontainer yang disinyalir tidak sesuai dengan PIBnya di pelabuhan Jakarta dan Batam. [ida]

Komentar Pembaca
SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00