PPDB SMA/SMK Tidak Berlaku Zonasi

Ragam  MINGGU, 16 JUNI 2019 , 08:59:00 WIB

PPDB SMA/SMK Tidak Berlaku Zonasi

ILUSTRASI

RMOLSumsel. PPDB (penerimaan peserta didik baru) 2019 jenjang SMA / SMK di Kalsel dimulai pada 1-3 Juli mendatang. Khusus PPDB SMK tidak diberlakukan sistem zonasi. Itu artinya calon siswa dari daerah manapun bisa mendaftar di SMK.

Sistemnya masih online. Tapi khusus SMK tak pakai zonasi,” beber Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Yusuf Effendi.

Tak dipakainya sistem zonasi bagi SMK sebut Yusuf, lantaran akan merugikan calon siswa yang ingin melanjutkan ke jurusan tertentu di SMK. Dia mencontohkan, calon siswa yang tempat tinggalnya di Jalan Hasan Basri akan kerepotan mendaftarkan diri ke SMKN 5 yang berada di Jalan Sutoyo S Banjarmasin.

Sementara di Jalan Hasan Basri ada SMKN 4 dan SMKN 2. Kalau calon siswa berminat di jurusan teknik atau mekanik, mereka pun harus ke SMKN 5. Di SMKN 4 dan 2 tak ada. Susah kalau diterapkan sistem zonasi,” terangnya.

Begitu pula bagi calon siswa yang berada di Jalan Sutoyo S yang ingin ke SMKN 4. Misalkan ingin melanjutkan studi ke jurusan kecantikan. Mereka otomatis tak bisa memilih ke SMKN 5 yang jurusannya tidak ada.

Keterbatasan jurusan inilah yang membuat zonasi di SMK tak bisa diterapkan seperti di SMA. Kalau diterapkan, selain merepotkan, juga akan merugikan calon siswa melanjutkan studi ke jurusan tertentu yang calon siswa minati,” tambah Yusuf.

Lain hal untuk SMA. Penerapan sistem zonasi menurutnya sangat tepat. Selain memeratakan SMA, juga menampung calon siswa terdekat dengan tempat tinggal mereka. Di SMA juga tak ada jurusan khusus seperti SMK. Jadi tak ada kendala,” cetusnya.

Khusus SMA, PPDB tahun ini ada tiga jalur yang diterapkan. Pertama dengan sistem zonasi. Kuotanya 90 persen. Yang kedua jalur prestasi, kuotanya 5 persen. Jalur ketiga adalah untuk calon siswa yang orangtuanya pindah tugas. Kuotanya juga 5 persen,” ungkapnya.

Yusuf mewanti-wanti, agar sekolah tidak menambah kelas baru untuk menampung siswa sebanyak-banyaknya. Hal ini sebutnya untuk mengantisipasi sekolah swasta agar tidak kehabisan siswa.

Jangan menambah kelas. Disdik tak memberi izin. Ini untuk memberi ruang hidup kepada sekolah swasta,” tegasnya.

Penambahan kelas baru ini memang menggiurkan bagi sekolah. Lantaran dana BOS yang didapat sekolah berdasarkan jumlah siswa. Semakin banyak siswa, semakin bertambah dana BOS yang didapat sekolah.

Sesuai daya tampungnya saja. Jangan sampai tampung terus, hingga ruang laboratorium dipakai untuk kelas,” cecarnya.

Di sisi lain, Kepala SMKN 5 Banjarmasin Syahrir menerangkan, di sekolahnya ada 18 jurusan yang dibuka pihaknya. Lalu bagaimana penilaian kelulusan siswa ketika tak diterapkan sistem zonasi?

Dia menerangkan penilaian kelulusan siswa menerapkan hasil ujian nasional SMP. Di SMK lebih simpel. Kelulusan mengacu rangking tertinggi,” ujar Syahrir. [irm]

Komentar Pembaca
Gibran, Pemuda Dengan Tulang Punggung yang Muda Membungkuk
Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

SENIN, 14 OKTOBER 2019 , 15:16:32

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 20:51:12

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00