Ketahuan Sempat Jalan-jalan, Setnov 'Terusir' dari Sukamiskin

Investigasi  SABTU, 15 JUNI 2019 , 13:48:00 WIB

Ketahuan Sempat Jalan-jalan, Setnov 'Terusir' dari Sukamiskin
RMOLSumsel.  Narapidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) sejak hari ini sudah tidak lagi berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung. Setelah melakukan pelanggaran berat, ia dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur.

Demikian dikemukakan Kepala Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Ade Kusmanto, yang menyebut bahwa Setnov menyalahgunakan izin untuk berobat.

Betul dipindah ke Lapas Gunung Sindur, karena menyalahgunakan izin berobat,” ujar Ade seperti diberitakan JPNN,  Sabtu (15/6).

Sementara, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Jawa BaratLiberti Sitinjak ‎mengatakan,  pemindahan itu karena Setya Novanto melakukan pelanggaran berat. Sehingga salah satu caranya adalah pemindahan lapas yang ia tempati selama ini.

‎”Ini tindakan yang harus saya lakukan sebelum saya melaporkan kepada Pak Menteri (Yasonna H Laoly),” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, ‎Setnov yang mantan Ketua Umum Partai Golkar itu pergi ke sebuah tempat penjualan bahan bangunan di kawasan Padalarang, Jumat (14/6) siang.

Pada foto yang beredar di kalangan wartawan, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat ini mengenakan kemeja lengan pendek, kepalanya memakai topi hitam dan wajahnya ditutup masker.

Dalam foto itu, Novanto berbincang dengan seorang wanita berhijab yang tengah menenteng tas berwarna merah.‎ Diduga itu adalah istrinya Deisti Astriani Tagor.

Adapun Lapas Gunung Sindur, merupakan penjara dengan pengamanan ekstra ketat. Mayoritas warga binaan yang ditahan di tempat tersebut adalah tahanan kasus terorisme.

Untuk diketahui, 24 April 2018 silam, hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) menyatakan Setya Novanto terbukti bersalah dalam kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara lebih dari Rp2,3 triliun.

Ketua Majelis Hakim Tipikor, Yanto menilai mantan Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar itu terlibat dalam korupsi tersebut. Sehingga dia menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara, denda Rp 500 juta, dan dicabut hak politiknya selama lima tahun.

Uang pengganti yang harus dibayarkan, US$7,3 juta dalam kurs terbaru setara dengan lebih dari Rp 101 miliar. Jika Setya Novanto tak membayar uang pengganti itu. Maka harta benda Setya akan disita untuk memenuhi hukuman itu.

Selain hukuman pidana, hakim juga mencabut hak politik Setya selama lima tahun. Artinya selama lima tahun sejak menyelesaikan masa hukumannya di penjara nanti, Setya Novanto tidak boleh memilih atau dipilih atau menduduki jabatan publik. [ida]
Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar
JOKOWI TERUJI BERPENGALAMAN DALAM HAL KEGAGALAN

JOKOWI TERUJI BERPENGALAMAN DALAM HAL KEGAGALAN

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19

Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00