Di OKU, Nama Wartawan Bisa "Dijual" untuk Uang

Daerah  KAMIS, 13 JUNI 2019 , 15:30:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Di OKU, Nama Wartawan Bisa
RMOLSumsel. Berbagai macam cara dilakukan oknum tak bertanggungjawab dilakukan kepada "mangsanya" untuk mengeruk keuntungan pribadi. Termasuk "menjual" nama orang.

Nah, di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), kasus pencatutan nama ini bukan hanya pernah dialami pejabat saja.

Nama wartawan juga bisa "dijual" lho oleh oknum tak bertanggung jawab tadi, demi sesuatu yang bernilai materi.

Terbaru, nama Purwadi SP, seorang wartawan senior di OKU yang kini menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat, tampaknya juga bisa laku "dijual" andai saja korbannya tak jeli.

Ya. Pur (sapaan akrab Purwadi), tak akan tahu namanya "dijual". Jika dirinya tak dihubungi Pak Budi, salah seorang Kepsek SMA di OKU yang nyaris jadi korban kejahilan si penipu tak bertanggung jawab itu.

Modusnya, si penipu menggunakan nama Purwadi dan memasang foto profile WA Pur saat foto bareng dengan Ketua PWI Provinsi dan pengurus PWI OKU, lalu penipu itu mengirim pesan kepada Pak Budi dengan maksud meminta bantu materi. Tentu saja uang yang dimaksud.

Pak Budi, yang juga ketua MKKS SMA di OKU ini rupanya cukup jeli melihat pesan whatsapp si penipu yang masuk ke hapenya, kendatipun menggunakan nama Purwadi.

Sebab, si penipu tadi malah mengirim rekening atas nama orang lain yakni Asepta, dengan nomor rekening 149.0900.71**, sebuah Bank milik daerah.

Ia lantas menghubungi langsung Pur, untuk mengkonfirmasi perihal permohonan bantuan materi berupa uang yang disampaikan oknum tersebut.

"Pak Budi menghubungi saya pukul 11.55 wib tadi. Dia tanya perihal minta bantuan itu. Saya jawab tidak. Karena saya memang tidak pernah menghubungi demikian," ujar Pur.

Nah celakanya lagi, kata Pur, si oknum yang mencatut namanya tersebut mampu menjawab kata kunci orang dekatnya, yang ditanyakan pak Budi.

"Untungnya Pak Budi belum sempat transfer. Dan sempat telpon saya," imbuhnya.

Pur mengungkapkan bahwa ia merasa sedih dan menyesalkan hal itu bisa terjadi. Ia meminta oknum yang bersangkutan agar menghentikan perbuatan yang membuat malu itu. "Saya sudah berikan semua data-datanya ke pihak berwajib," demikian Pur. [yip]

Komentar Pembaca
Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00