Pakar Hukum: Mestinya Tak Urusi Jabatan Ma'ruf

Hukum  RABU, 12 JUNI 2019 , 09:16:00 WIB

Pakar Hukum: Mestinya Tak Urusi Jabatan Ma'ruf
RMOLSumsel. Diingatkan, Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi fokus untuk membuktikan dugaan kecurangan Pemilu yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM. Bukannya sibuk dengan mempermasalahkan jabatan KH Maruf Amin.

"Apa yang dilakukan tim BPN sah-sah saja untuk mempermasalahkan banyak hal. Tetapi kelemahannya, jangan sampai fokus membuktikan TSM itu lari dari konteks TSM itu sendiri, semua mau dipermasalahkan. Padahal argumentasinya TSM," ucap Pakar Hukum Feri Amsari seperti diberitakan Kantor Berita RMOL, Rabu (12/6).

Menurut Feri, membuktikan kecurangan TSM yang menjadi modal utama gugatan BPN kepada Mahkamah Konstitusi (MK) lebih sulit dibandingkan membuat isu baru di media sosial.

"Iya (fokus ke TSM), karena itu akan berat untuk mereka membuktikannya. Sayang kalau mereka coba perang di media sosial, di publik dengan hal isu-isu tertentu yang menurut saya jauh dari isu TSM itu," katanya.

Di sisi lain, ia khawatir dengan sikap BPN jika tetap mempermasalahkan jabatan Maruf Amin sebagai Dewan Pengawas Syariah di Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah. Ia curiga sikap ini justru terkesan untuk menutupi kesulitan BPN membuktikan kecurangan TSM.

"Fokus yang mau membuktikan TSM itu coba dialihkan ke hal-hal yang lain. Saya takut upaya mengalirkan ke hal-hal yang lain ini karena kerumitan tim BPN dalama membuktikan soal unsur TSM itu," paparnya.
 
Semestinya, kata Feri, BPN konsentrasi dengan bukti-bukti yang diperkuat dan menghindari tuduhan yang tak memiliki korelasi dengan TSM itu sendiri.

Terlebih persoalan jabatan Maruf Amin ini diangkat BPN usai hasil Pilpres 2019 sudah dirilis KPU.

"Saya merasa agak aneh saja kalau kemudian hasil pemilu sudah keluar, lalu proses pencalonan itu dipermasalahkan. Makanya saya merasa jangan sampai tim BPN kehilangan fokus untuk membuktikan TSM karena itu jauh lebih rumit dari sekadar hal-hal yang tidak ada korelasinya di Mahkamah Konstitusi," tandasnya. [ida]


Komentar Pembaca
Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00