Banyuwangi Gelar Gerebeg Syawal Sewu Ketupat

Budaya  RABU, 12 JUNI 2019 , 08:30:00 WIB

Banyuwangi Gelar Gerebeg Syawal Sewu Ketupat
RMOLSumsel. Banyuwangi memang luar biasa. Dalam memeriahkan Idul Fitri, Kabupaten ini memiliki seabrek agenda festival budaya sepanjang Bulan Syawal. Selain Seblang dan Barong Ider Bumi, ada Pawai Grebeg Syawal Sewu Kupat.

Adalah warga Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi yang menggelar Pawai Grebeg Syawal Sewu Kupat kemarin.

Diberitakan Kantor Berita RMOL, Rabu (12/6), berbagai miniatur bangunan yang disusun dari ribuan ketupat diarak warga ramai-ramai di sepanjang jalan desa.

Meski digelar di bawah terik matahari, pawai ini tetap meriah dan ramai diikuti warga dan menjadi atraksi yang menarik. Belasan miniatur masjid, rumah, hingga gunungan ketupat diarak dengan diiringi musik tradisional khas Banyuwangi.

Kepala Desa Temuguruh, Asmuni menjelaskan bahwa acara ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Inisiatifnya berasal dari remaja Desa Temuguruh yang ingin mengangkat tradisi kupatan (makan ketupat) di hari ke-7 Idul Fitri.

Anak muda sini terinspirasi oleh event Banyuwangi Festival yang banyak mengangkat tradisi lokal yang dikemas hingga menjadi atraksi menarik. Mereka lalu berpikir untuk mengangkat tradisi kupatan di desanya. Lalu muncullah Pawai Sewu Kupat ini,” kata Asmuni.

Pawai Sewu Kupat dikerjakan bareng oleh seluruh warga. Setiap keluarga ikut berpartisipasi memasak ketupat untuk acara ini. Ribuan ketupat tersebut lalu disusun menjadi belasan bentuk dalam ukuran besar.

"Tiap kepala keluarga menyumbang minimal empat ketupat. Lalu dikumpulkan oleh RW dan dijadikan satu tandu untuk diarak. Satu tandu biasanya menghabiskan minimal 400 ketupat," terang Asmuni.

Kirab ini pun semakin meriah dengan berbagai kesenian lokal Banyuwangi. Ada karnaval Banyuwangi Ethno Carnival, Barong Banyuwangi, musik tradisional Banyuwangi, hingga pawai pengantin khas Banyuwangi juga ditampilkan.

Pawainya menarik, sangat menghibur. Yang paling lucu ada penampilan drumband lansia dari warga. Saya tadi ikut berebut ketupat dan lepet, lalu kita makan rame-rame,” ujar Wulan, salah satu penonton.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko yang hadir dalam acara tersebut menyatakan apresiasinya atas kreativitas warga Desa Temuguruh ini. Menurutnya, event ini akan berdampak pada keguyuban warga.  

"Ini ide yang bagus, apalagi ini dibuat swadaya oleh masyarakat. Ini akan  memupuk persaudaraan dan persatuan, dan bisa dicontoh warga di desa-desa lainnya," ujar Yusuf.

Yusuf pun berharap agar kegiatan seperti ini terus dilestarikan, dan event ini terus disempurnakan. "Lestarikan kegiatan yang mengangkat kearifan lokal ini. Atraksi yang menarik sangat menunjang perkembangan wisata Banyuwangi sebagai destinasi wisata nasional," kata Yusuf.  

Di akhir acara, Wabup Yusuf melakukan pemotongan ketupat di salah satu gunungan ketupat yang diikuti dengan ratusan warga lainnya. [ida]

Komentar Pembaca
Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00