Pendaftar SBMPTN Perlu Ketahui Hal Ini

Ragam  SELASA, 11 JUNI 2019 , 16:58:00 WIB

Pendaftar SBMPTN Perlu Ketahui Hal Ini

ILUSTRASI

RMOLSumsel. Mulai 10-24 Juni mendatang, jadwal pendaftaran SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) 2019. Sejumlah keluhan seperti server pendaftaran macet masih bermunculan.

Pelamar dengan nilai ujian tulis berbasis komputer (UTBK) rendah, diharapkan tidak nekat mendaftar ke program studi (prodi) favorit.

Mulai tahun ini SBMPTN diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Sistem pendaftarannya adalah, pelamar terlebih dahulu mengikuti UTBK yang sudah digelar beberapa waktu lalu.

Kemudian nilai hasil UTBK tersebut digunakan untuk melamar SBMPTN. Lantas panitia akan me-ranking pelamar berdasarkan nilai UTBK di masing-masing prodi yang dilamar.

Berdasarkan data LTMPT yang diterima hingga Senin (10/6) pukul 18.00, tercatat 55.709 peserta yang sudah mendaftar SBM PTN. Rinciannya, 24.922 orang pendaftar sains dan teknologi serta 30.101 orang pendaftar sosial humaniora. Sementara pendaftar yang memilih kategori campur (saintek dan soshum) ada 686 orang.

Ketua LPTMPT Ravik Karsidi menjelaskan secara umum tidak ada passing grade dalam pendaftaran SBMPTN. Itu artinya pelamar dengan nilai berapapun bisa mendaftar di prodi apapun di kampus manapun.

”Yang perlu diperhatikan pendaftar adalah berapa kuota prodi tersebut dan jumlah pendaftar tahun lalu,” katanya.

Dua aspek tersebut perlu dipelajari guna menimbang peluang diterima. Ravik mengatakan prodi dengan kuota yang kecil sementara pelamarnya sangat banyak, tentu memiliki tingkat keketatan yang tinggi. Sehingga pelamar dengan nilai UTBK rendah memiliki peluang yang kecil.

Sebaliknya prodi dengan kuota yang banyak, tetapi pelamarnya tidak terlalu padat, memiliki tingkat keketatan yang lebih rendah. Sehingga pelamar dengan nilai UTBK rendah masih berpeluang untuk lolos SBMPTN.

Analisis data rekapitulasi nilai dari LTMPT bisa menjadi acuan untuk memilih PTN. Sebab, PTN seperti Unair menerapkan sistem cluster prodi saintek maupun soshum berdasarkan nilai UTBK minimal. Cluster A dengan nilai minimal 725. Yakni prodi Pendidikan Dokter, Sistem Informasi, Ilmu Komunikasi, dan Akuntansi.

Kemudian, cluster B memiliki nilai minimal 625. Antara lain, prodi Ilmu Ekonomi, Sastra Inggris, Ilmu Hukum, Kimia, Fisika, dan Kesehatan Masyarakat. Sedangkan, cluster C dengan nilai minimum 575 adalah prodi Ilmu Sejarah, Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Antropologi.

Menristekdikti Mohamad Nasir juga menuturkan pendaftar SBMPTN melamar prodi sesuai dengan kemampuannya. ”Harapan saya adalah mendaftar sesuai dengan apa yang diminati. Dengan kemampuan (nilai, Red) UTBK yang telah dicapai,” katanya.

Nasir menuturkan pelamar SBMPTN harus realistis dalam memilih prodi. Sehingga tingkat kegagalan dalam SBMPTN bisa ditekan seminimal mungkin. Dia menegaskan bahwa mengambil prodi kuliah harus benar-benar sesuai dengan minat dan bakat masing-masing anak.

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) itu menuturkan kalaupun nanti tidak lolos SBMPTN, masih ada jalur lain yakni seleksi mandiri. Dia mengatakan kuota jalur mandiri maksimal 30 persen dari kuota mahasiswa baru.

Nasir menuturkan meskipun SBMPTN dilaksanakan oleh LTMPT, namun kelulusannya tetap ditetapkan oleh rektor. [irm]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00