HMI: Saat MK Sidang MK, Janganlah Ada Kerusuhan

Sosial  SELASA, 11 JUNI 2019 , 12:45:00 WIB

HMI: Saat MK Sidang MK, Janganlah Ada Kerusuhan
RMOLSumsel. Tiga hari lagi, Mahkamah Konstitusi (MK) mulai menyidangkan gugatan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU). Sidang yang akan berlangsung 14-28 Juni 2019 itu dikhawatirkan akan menyulut kerusuhan, sebagaimana yang terjadi 21-22 Mei lalu.

Demikian dikemukakan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Respiratori Saddam Al Jihad, di mana ia menyebutkan bahwa gugatan di MK merupakan ruang demokrasi persatuan secara konstitusional.

Sebab, hakikat dari demokrasi adalah rakyat. Sehingga demokrasi persatuan mengedepankan tujuan kebersamaan. Tidak ada lagi pembelahan di masyarakat hanya karena persoalan politik.

Saddam menjelaskan demokrasi secara substansial harus dalam koridor hukum, kebudayaan, dan norma sosial. Hal itu perlu dilakukan agar tetap menjaga kesucian atas nama rakyat.

"Jangan lagi kejadian 21-22 Mei mencederai demokrasi dengan kerusuhan yang mengatasnamakan demokrasi terjadi lagi saat 14-28 Juni di Mahkamah Konstitusi," kata Saddam dalam pesan elektroniknya seperti diberitakan Kantor Berita RMOL, Selasa (11/6).

Kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan ini menekankan kondisi kekisruhan 21-22 Mei lalu sudah dibahas sebelumnya dan hal itu terkait demokrasi kriminal.

Demokrasi kriminal yaitu demokrasi yang tidak menggunakan koridor hukum. Dan akhirnya kerusuhan mengatasnamakan demokrasi pun terjadi.

"Ini yang mencederai demokrasi," tegasnya.

Alumni Magister Universitas Indonesia ini mengatakan, demokrasi kriminal tidak boleh lagi terjadi pada sidang MK 14-28 Juni 2019.

Sebab bukan hanya mencederai demokrasi tapi juga konstitusi. Karena penentuan permasalahan konstitusional tertinggi di negara hukum ini sudah tidak dipercayai lagi.

"Nah mengatasnamakan kedaulatan rakyat pun dalam posisi ini akan terjadi fallacy karena alpa atas keputusan konstitusional," terangnya.

Terakhir, Saddam sebagai Penulis Buku "Pancasila Ideologi Dunia" ini mengharapkan, sebagai putra bangsa sudah semestinya mengedepankan persatuan.

Sebab demokrasi adalah perekat persatuan dan menjadi esensi dari kebhinekaan dalam sebuah ideologi Pancasila sehingga demokrasi di Indonedia akan bernilai karena dilandasi ideologi Pancasila. Demi masa depan keberlanjutan Republik Indonesia. [ida]

Komentar Pembaca
Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00