Sebar Hoax Bombastis, Ustaz Ini Digarap Aparat...

Hukum  SELASA, 11 JUNI 2019 , 08:43:00 WIB

Sebar Hoax Bombastis, Ustaz Ini Digarap Aparat...
RMOLSumsel. Miris. Ada orang-orang yang berstatus ustaz dengan sengaja menyebar hoax. Yang lebih membuat miris lagi, tak sedikit masyarakat percaya hoax semacam itu. Diduga telah menyebarkan hoax semacam ini, Ustaz Lancip dipanggil polisi.

Dalam ceramahnya yang viral di media sosial, sehingga pria bernama lengkap Ahmad Rifky Umar Said Barayis itu mengaku menjadi saksi mata kerusuhan 21-22 Mei di Tanah Abang, Jakarta.

Dalam videonya itu, Ustaz Lancip menyebut Brimob mendatangi markas di Petamburan untuk menembaki orang-orang yang sedang tidur.

Ia juga menyebut ada tiga masjid yang dibredel brimob. Bahkan, dia mengatakan ada 60 orang tewas ditembak dan ratusan orang hilang saat kerusuhan 21 dan 22 Mei.Mawar

Ibu tau berapa yang mati sekarang? Hampir 60 orang. Ratusan orang masih hilang. Ponakan saya sampai hari ini belum ketemu,” ucapnya saat mengisi kuliah Subuh di Majelis Al Ihya Bogor, Minggu (2/6/2019), seperti dikutip dari JPNN, Selasa (11/6).

Ustaz Lancip juga mengatakan melihat perilaku anggota Brimob yang disebut biadab karena menembaki orang yang sedang tertidur di Markas Petamburan.

Berkaitan dengan hal tersebut,kemarin  Polda Metro Jaya melayangkan surat panggilan kepada Ustaz Lancip untuk dimintai klarifikasi.

Dalam salinan surat pemeriksaan yang dikeluarkan Polda Metro Jaya, Ustaz Lancip akan diperiksa terkait perkara dugaan penyebaran berita hoaks.

Ustaz Lancip diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 9 Tahun 2016.

Ceramah Ustadz Lancip yang dikategorikan hoaks yakni soal penyebutan 60 orang tewas dalam kerusuhan 21 dan 22 Mei. Padahal polisi mencatat hanya 8 orang yang meninggal dunia. [ida]

Komentar Pembaca
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00