Wacana Referendum Aceh Sangat Berbahaya...

Politik  KAMIS, 30 MEI 2019 , 21:34:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Wacana Referendum Aceh Sangat Berbahaya...
RMOLSumsel. Pernyataan Ketua Umum Partai Aceh Muzakir Manaf untuk menggelar Referendum Aceh tetap Menjadi Bagian Wilayah Indonesia atau Aceh Lepas dan Menjadi Negara Baru, sangat berbahaya.

Hal itu dikemukakan mantan Pemimpin Juru Runding Indonesia dalam MoU Helsinki 2005 Hamid Awaluddin, yang diberitakan BBC News Indonesia pada Kamis (30/5).

Hamin mengatakan, ucapan Muzakir Manaf yang memunculkan wacana referendum di Aceh, "bukan hanya tidak urgent (penting)" tetapi juga "bahaya sekali" bagi jalannya perdamaian Aceh yang sudah berjalan lebih dari 14 tahun.

"Karena kalau Anda tanya saya (apa) urgensinya (ucapan Muzakir Manaf tersebut), bukan hanya tidak urgent, tapi itu bahaya sekali, bahaya sekali," tegas Hamid.

"Rakyat Aceh sudah nikmati kok, apa yang terjadi sekarang," tambahnya.

Wacana menggelar referendum di Aceh dengan pilihan, tetap menjadi bagian wilayah Indonesia atau lepas dan menjadi negara baru, sebagaimana dalam kasus Timor Leste, diutarakan Muzakir Manaf, mantan panglima Gerekan Aceh Merdeka (GAM) yang saat ini menjabat sebagai ketua umum Komite Peralihan Aceh (KPA) dan sekaligus ketua umum Partai Aceh (PA).

Gagasan ini diangkat setelah hasil penghitungan suara KPU menunjukkan pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kalah secara nasional namun di Aceh, capres nomor urut 02 ini menang telak dengan 81% suara.

Walaupun demikian, Hamid Awaludin menduga, Muzakir Manaf "tidak bermaksud" mengutarakan keinginannya untuk menggelar referendum di Aceh untuk menjadi bagian wilayah Indonesia atau lepas dan menjadi negara baru.

"Jadi itu semacam retorika sesaat, refleksi sesaat, karena diucapkan seorang Muzakir Manaf," ujar Hamid. "Tidak dia maksudkan seperti itu."

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Rusia ini juga menduga, Muzakir Manaf menggunakan kosa kata referendum yang pengertiannya "berbeda dengan pengertian yang kita pahami".

Muzakir sendiri dalam pernyataannya menyebutkan salah satu alasannya, "Kita tahu bahwa Indonesia, beberapa saat lagi akan dijajah oleh asing. Itu yang kita khawatirkan. Karena itu, Aceh lebih baik mengikuti Timor Timur. Kenapa Aceh tidak," kata Muzakir. [ida]

Komentar Pembaca
SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00