Ini Penjelasan tentang Ambulans Gerindra Bermuatan Batu

Investigasi  JUM'AT, 24 MEI 2019 , 10:47:00 WIB

Ini Penjelasan tentang Ambulans Gerindra Bermuatan Batu
RMOLSumsel. Saat terjadi kerusuhan, aparat keamanan mendapat mobil ambulans milik Partai Gerindra bermuatan batu. Terkait mobil yang diamankan pada kerusuhan 22 Mei itu, PT Arsari Pratama angkat bicara.

Perusahaan tersebut menegaskan bahwa mobil itu sudah dihibahkan ke Partai Gerindra. Dengan demikian bukan lagi menjadi tanggung jawab PT Arsari Pratama. PT Arsari hanya menyumbang mobil tersebut untuk keperluan medis kepada Kesira (Kesehatan Indonesia Raya),” ujar Direktur PT Arsari Pratama Daniel Poluan dalam keterangan tertulisnya yang diberitakan JPNN, Jumat (24/5).

Intinya PT Arsari membeli aset dan dipinjampakaikan ke Kesira. Dan Kesira mendistribusikan ke DPC-DPC untuk program pelayanan kesehatan,” imbuhnya.

Atas dasar itu, Daniel menekankan, semua jenis pemanfaatan kendaraan dipegang oleh Partai Gerindra. Termasuk terkait pembayaran pajak maupun perpanjangan STNK. Kami tegaskan, tanggung jawab penggunaan, pemakaian dan pembayaran pajak kendaraan dibebankan ke pengguna atau yang pihak dikuasakan,” tegasnya.

Dalam hal ini Daniel mengaku tidak tahu persis kapan mobil ambulans bernomor polisi B 9686 PCF itu dihibahkan. Dia hanya memastikan sudah terjadi sangat lama. Mobil tersebut dihibahkan untuk kepentingan medis.

Kami juga tidak ingat kapan mobil itu disumbangkan. Pokoknya sudah lama banget. Dan sekali lagi, itu untuk pelayanan medis,” tandasnya.

Terpisah, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, ambulans partainya memang sudah ada sejak 2009 silam. Semuanya difungsikan untuk kepentingan sosial masyarakat. Antara lain untuk urusan kesehatan dan medis, serta pengangkutan jenazah meninggal.

Pada 22 Mei lalu, DPC Tasikmalaya memang diperintahkan oleh DPD Gerindra Jawa Barat untuk membawa ambulans mendekat ke Jakarta. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya korban aksi unjuk rasa, sehingga bisa membantu memberikan pertolongan pertama.

DPD Jabar memang informasinya meminta ambulans ada di sekitar Jakarta untuk membantu ke Jakarta. Karena banyaknya korban,” kata Riza di Jalan Kertanegara Jakarta Selatan.

Ketika itu ada tiga orang yang berangkat ke Jakarta, sebagaimana keterangan polisi. Mereka adalah sopir, Sekretaris DPC, dan Staf. Ketiga orang itu tidak pernah diperintah untuk membawa batu.

Justru yang menjadi heran bagi kami kenapa ada batu di dalam ambulans. Apa kepentingan dan untungnya. Apalagi kami adalah aksi damai,” imbuhnya.

Dia mengklaim, sejak awal Partai Gerindra termasuk Prabowo Subianto selalu mengintruksi agar setiap aksi massa digelar secara damai. Tidak melakukan kegiatan melanggar hukum. Maka, tidak mungkin ada perintah membawa batu.

Untuk menelusuri kasus ini, Partai Gerindra sudah membentuk tim investigasi. Anggota Komisi II DPR itu merasa menjadi kambing hitam dalam perkara tersebut.

Apakah ada pihak ketiga yang mencoba mendeskreditkan Partai Gerindra, mengkambinghitamkan partai Gerindra, kebetulan di lokasi ada ambulans partai. Kemudian ada orang yang dengan sengaja memasukan (batu), inilah yang sedang kami cari tahu,” pungkas Riza. [ida]
Gibran, Pemuda Dengan Tulang Punggung yang Muda Membungkuk
Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

SENIN, 14 OKTOBER 2019 , 15:16:32

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 20:51:12

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00