Mie Dan Tahu Formalin Kembali Ditemukan Wawako

Sosial  KAMIS, 23 MEI 2019 , 23:30:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Mie Dan Tahu Formalin Kembali Ditemukan Wawako

Fitrianti Agustinda/net

RMOLSumsel. Sepanjang ramadhan, kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Di Kota Palembang, terus menemukan makanan berbahaya yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti formalin.

Sama seperti penemuan-penemuan sebelumnya, mie basah dan tahu, kembali menjadi temuan sidak yang dilaksanakan bersama Wakil Walikota Palembang hari ini, Kamis (23/5/19) di sentra pempek 26 Ilir.

"Dari 11 sampel yang diuji ada 4 yang positif formalin pada rujak mie dan tahu, termasuk tahu pada pempek yang dijual," terang Kepala BBPOM di Palembang Hardaningsih, didampingi Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda.

Hardaningsih mengatakan, untuk langkah selanjutnya, semua produk yang positif mengandung formalin, pihaknya melakukan penyitaan terhadap seluruh makanan tersebut.

"Semua produk yang positif, seluruhnya sudah kita tarik dari peredaran, sehingga produk-produk ini tidak lagi dikonsumsi oleh masyarakat," ujarnya.

Terkait dengan langkah hukum, Hardaningsih mengaku akan melakukan tindak lanjut dengan menelusuri asal produk, termasuk mengambil langkah hukum dengan melaporkannya ke pihak berwajib.

"Ternyata masih banyak penjual makanan seperti tahu dan mie basah yang mengandung formalin, sayangnya para penjual makan, hampir rata-rata yang menjual tidak tau," ulasnya.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengucapkan terima kasih kepada BBPOM dan instansi atas upaya mengatasi beredarnya produk pangan berbahaya.

Menurutnya, pengawasan rutin BBPOM telah cukup efektif dalam mengurangi produk yang mengandung bahan berbahaya yang beredar di masyarakat.

"Sudah ada beberapa produsen tahu berformalin yang telah diproses hukum. Tindakan hukum ini adalah sanksi yang harus dihadapi produsen nakal yang menjula produk yang mengandung zat berbahaya," ujar Fitri.

Sebagai bahan pembelajaran bagi kita semua, dijelaskan bahwa tekstur tahu berformalin cenderung keras. Selain itu memiliki aroma zat selain bau khas kedelai. Tahu berformalin relatif bertahan lebih lama.[sri]













Komentar Pembaca
SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00