Guru Ke Begal, Jadwal Ujian Mundur

#hashtag  SELASA, 21 MEI 2019 , 17:25:00 WIB | LAPORAN: ARI WIBOWO

Guru Ke Begal, Jadwal Ujian Mundur
RMOLSumsel. Kejadian naas yang menimpa dua guru SDN 34 Talang Ubi yang hendak pergi mengajar tetapi dihadang dua pelaku begal di jalan Sungai Mang Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Senin pagi (20/5) sekitar pukul 07.00 WIB, selain menyisakan trauma yang dalam bagi korban juga aktivitas pelajar SDN 34 Talang Ubi yang sejatinya pada Senin ini harus ujian bagi kelas 1 sampai kelas 5 terpaksa tertunda.

Pasalnya, selain sepeda motor seorang guru SD tersebut dirampok kawanan begal, soal ulangan juga turut diembat.

Atas kejadian tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Kamriadi angkat bicara. Pihaknya menyatakan bahwa meski tertunda, tetapi tidak mengganggu jadwal ulangan pelajar.

"Hanya waktunya mundur saja. Tetapi yang menjadi pertanyaan, mengapa soal ulangan ada di guru, bukan disimpan di sekolah. Untuk itu, kami akan segera panggil kepala sekolah tersebut," ungkap Kamriadi, Selasa (21/5).

Kamriadi juga menghimbau kepada seluruh guru atau tenaga pengajar yang bertugas dipelosok, agar berdomisili disekitar sekolah. Karena kejadian yang menimpa guru SDN 34 Talang Ubi harus menjadi pelajaran, sebab guru tersebut setiap hari harus bolak balik dari rumah kosannya menuju sekolah.

"Kita harus antisipasi dari diri sendiri. Kejadian ini tidak bisa bergantung pada pihak kepolisian saja. Kita harus bisa baca situasi, kalau berangkat usahakan konvoi atau saat waktu ramai, dan kami anjurkan kepada seluruh guru luar daerah yang bertugas di PALI, harus berdomisili di sekitar sekolah," sarannya.

Sementara itu, diceritakan Mu'Awiyah (25) guru CPNS korban begal pada Minggu (20/5), bahwa ratusan lembar soal ujian untuk pelajar SD kelas 1 sampai kelas 5, yang dibawa dalam tas milik Kristina (29) teman korban yang saat itu beriringan menggunakan sepeda motor lain.

Diceritakan Mu'Awiyah, bahwa kejadian yang membuatnya trauma dan takut lagi mengendarai sepeda motor seorang diri. Sekitar pukul 06.45 WIB, dirinya keluar rumah kosnya, di wilayah Pal3 Desa Maju Jaya Kecamatan Talang Ubi untuk menuju sekolah tempat dirinya mengajar di Desa Suka Damai.

Mu'Awiyah pergi ke sekolah bersama temannya Kristina menggunakan dua buah sepeda motor dengan beriringan. Posisi Mu'Awiyah dibelakang Kristina. Saat di TKP, yakni di Jalan Sungai Mang, tepatnya di jalan yang sedikit rusak, Mu'Awiyah maupun Kristina memperlambat laju kendaraannya.

Tetapi betapa terkejutnya, saat kendaraan yang dibawanya ditabrak secara tiba-tiba dari arah samping oleh dua orang tidak dikenal. Beruntung, saat ditabrak, Mu'Awiyah tidak mengalami cedera, hanya saja laju kendaraannya tidak bisa lagi berjalan, lantaran satu pelaku yang membawa sepeda motor langsung melintangkan motornya didepan Mu'Awiyah.

Salahsatu pelaku langsung turun dan mencabut parang kemudian meminta sepeda motor Mu'Awiyah, serta mengancam akan membacoknya apabila tidak diberikan. Tentu saja, Mu'Awiyah berusaha mempertahankannya dan sempat tarik menarik sepeda motor tersebut.

Sementara, Kristina yang mengetahui temannya hendak dirampok, sempat tancap gas untuk meminta pertolongan. Namun, karena jalanan saat itu sangat sepi memutuskan untuk memutar arah kembali ke TKP, karena khawatir temannya dicelakakan oleh kewanan perampok.

Saat kembali lagi ke TKP, Kristina melihat Mu'Awiyah tengah tarik tarikan sepeda motor dengan dua pelaku begal tersebut, dan salahsatu pelaku mengayun-ngayunkan parang hendak membacok Mu'Awiyah.

Karena merasa terancam, Mu'Awiyah berlari kearah Kristina yang baru saja kembali lagi. Namun, kedua pelaku mengejar Mu'Awiyah, lalu menghalangi kendaraan Kristina lalu meminta tas yang dibawa Kristina.

Sempat dijelaskan Kristina bahwa tas tersebut tidak ada isi barang berharga  hanya soal ujian, tetapi kedua perampok itu memaksa dan kembali mengayun-ngayunkan parangnya sembari mengancam akan membacok kedua guru tersebut.

"Karena ketakutan, terpaksa kami berikan tas dan motor aku. Kemudian kedua pelaku yang semuanya tidak menggunakan topeng itu kabur kearah keluar atau arah Maju Jaya," terang Mu'Awiyah saat ditanyai media ini di Mapolsek Talang Ubi ketika membuat laporan.

Setelah kejadian, kedua guru itu menuju Kantor Dinas Pendidikan melaporkan bahwa soal ujian turut dirampok. "Dari dinas, disarankan membuat laporan polisi. Untuk anak-anak pelajar kelas 1 sampai kelas 5 ujiannya tertunda dan telah kami serahkan ke Kepala Sekolah serta dinas pendidikan," tutupnya dengan wajah masih terlihat shock.

Terpisah, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah menegaskan pihaknya telah lakukan olah TKP serta kasus tersebut dalam penyelidikan.[rik]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00