Apel Peringatan Ke-111 Harkitnas, Ini Pesan Kapolres..

Daerah  SENIN, 20 MEI 2019 , 10:37:00 WIB | LAPORAN: DEDE SUHEN

Apel Peringatan Ke-111 Harkitnas, Ini Pesan Kapolres..
RMOLSumsel. Polres Prabumulih melaksanakan Upacara Peringatan Ke-111 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Lapangan Apel Polres Prabumulih, Senin (20/5).

Upacara diikuti Wakapolres Prabumulih, Pejabat utama Polres Prabumulih, Kapolsek jajaran, anggota dan ASN Polres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H bertindak selaku Inspektur upacara tersebut memulai kegiatan upacara dengan membacakan teks Pancasila dan diikuti oleh seluruh peserta upacara.

Dalam upacara, Kapolres Prabumulih membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara, dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis: Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi Tan Ayun Amuktia Palapa, Sira Gajah Mada sebagai berikut:

"Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa". Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut.

Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.

Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita

Peringatan Hari Pahlawan kali ini mengambil tema Bangkit Untuk Bersatu". Kita bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad. Kuncinya ada dalam dwilingga salin suara berikut ini: gotong-royong.

Ketika diminta merumuskan dasar negara Indonesia dalam pidato di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas.

Namun Bapak Proklamator Republik Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu sila” tunggal, maka yang menjadi intinya inti, core of the core, adalah gotong-royong."
[ida]



Komentar Pembaca
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00