DOB Palembang Ulu Bukan Untuk Bagi-bagi Kekuasaan

Sosial  SABTU, 18 MEI 2019 , 19:57:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

DOB Palembang Ulu Bukan Untuk Bagi-bagi Kekuasaan
RMOLSumsel. Wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Palembang Ulu kembali disuarakan sekelompok masyarakat. Hanya saja, rencana pemekaran wilayah baru yang akan memecah Kota Palembang tersebut terkesan dipaksakan.

Disampaikan salah satu pemuda Seberang Ulu, Patriot Muslim, terkait wacana pembentukan Palembang Ulu, tidak bisa hanya berlandaskan keinginan satu kelompok saja.

Butuh kekompakan dikalangan elit dan tokoh Masyarak agar bargaining yg diusulkan "kelompok" ini dapat diakomodir.

"Sah sah saja itu digaungkan, tapi harus kompak dan harus paham aturan pemekaran," terangnya.

Patriot yang kini menjabat Ketua BM PAN Kota Palembang ini menerangkan, bahasa presdium yang akan dibentuk belum tepat. Karena, hal tersebut membutuhkan persetujuan wilayah Kecamatan yang akan masuk dalam DOB yang diwakili oleh tokoh masyarakat kecamatan tersebut.

Apalagi saat ini pemekaran atau DOB masih di moratorium oleh Presiden. Dimana, semenjek periode Presiden Joko Widodo (Jokowi), sudah 5 tahun beberapa daerah yang mengusulkan belum disahkan.

"Ada 34 Provinsi dan Kabupaten/Kota yang sudah masuk prolegnas untuk menjadi daerah baru. Sementara di Sumateta Selatan (Sumsel) ada dua daerah, yakni Pantai Timur OKI dan Kikim Area di Lahat yang masih menunggu," terangnya.

Untuk itu, pemekaran yang akan diusulkan, harus benar-benat dimatangkan, dengan melibatkan legislatif di wilayah tersebut. Karena, butuh proses yg panjang sembari menunggu moratorium dibuka lagi oleh Presiden.

Karena tujuan utama pemisahan berkaitan dengan aspirasi masyarakat yg menginginkan pemerataan pembangunan bukan bagi bagi kekuasaan.

"Harus dimotori legislatif di wilayah tersebut. Jangan sampai usulan pemisahan hanya jadi ajang untuk bagi-bagi kekuasaan dan cari lokak oknum tertentu. Contoh Pantai Timur, hampir 19 tahun dari tahun 2000 mengusulkan pemekaran, tidak terlaksana, karena banyak kepentingan elit berseberangan," tandasnya. [yip]

Komentar Pembaca
Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00