Kebijakan Satu Peta Untuk E-Monev Berbasis Geospasial

KABUPATEN BANYUASIN  JUM'AT, 17 MEI 2019 , 22:57:00 WIB | LAPORAN: BUBUN KURNIADI

Kebijakan Satu Peta Untuk E-Monev Berbasis Geospasial
RMOLSumsel. Kementerian Koordinator Bidang Perekenomian melaksanakan Rapat Koordinasi dalam rangka klinik validasi IGT (PITTI) dan survei lapangan Kebijakan Satu Peta (KSP) di Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (17/5).

Disampaikan, Sekretaris Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Hendrian, MT, manfaat kebijakan satu peta dapat mendukung berbagai kebijakan baik ditingkat nasional maupun daerah diantaranya penyusunan RTRW, RDTR, RZWP3K, dan RTRL, Online Single Submission (OSS), Reforma Agraria, GNP-SDA & Korsub KPK, Perencanaan Pembangunan Nasional; (RPJMN, SDGs), pengembangan Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus, dan Percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menindaklanjuti arahan Presiden dalam Launching Kebijakan Satu Peta di Bulan Desember 2018 yakni sebagai beikut: (1) Penyelesaian Peta Indikatif Tumpang Tindih IGT (PITTI) untuk seluruh wilayah Indonesia agar dapat menjadi peta kerja penyelesaian tumpang tindih oleh K/L/P/D; (2) Penambahan IGT mendukung penyelesaian permasalahan tumpang tindih pemanfaatan lahan; (3) Pelaksanaan data updating untuk menjaga akurasi dan akuntabilitas produk KSP; (4) Pemanfaatan produk dan Penyusunan Grand Design KSP yang berkelanjutan pasca 2019; (5) Percepatan penetapan batas administrasi desa/kelurahan.

" Tahapan Sinkronisasi antar IGT dalam Kebijakan Satu Peta terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu: mengidentifikasi tumpang tindih, melakukan analisis penyelesaian tumpang tindih, dan menyusun rekomendasi penyelesaian tumpang tindih." Katanya saat Rapat koordinasi di Ruang Rapat Daphuntahyang Bappeda Prov Sumatera Selatan sejak tanggal 15 " 17 Mei 2019. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Hendrian, MT mewakili Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Bapak Dodi S Riyadi selaku Asisten Deputi Penataan Ruang dan Kawasan Strategis Ekonomi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Bapak Khafid Selaku Kepala Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial Badan Informasi Geospasial.

Hasil identifikasi PITTI menunjukan total luas tumpang tindih di Sumatera Selatan 1.672.908 Ha atau 20% dari luas wilayah Sumatera Selatan dengan total lokus tumpang tindih 17.656 tersebar di wilayah Prov Sumatera Selatan.

Tim KSP membuka desk untuk menjelaskan penggunaan pemanfaatan PITTI. Validasi PITTI bertujuan untuk menilai akurasi PITTI, apakah sudah sesuai dengan kondisi di lapangan. Validasi dilakukan dengan cara menumpang susunkan PITTI dengan data yang dimiliki masing-masing OPD.

" Validasi PITTI Kabupaten Banyuasin dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Mei 2019 dan hasil validasi diharapkan dapat memperbaiki data spasial kabupaten banyuasin sehingga menjadi lebih akurat dan lengkap." Terang Dia

Sebelumnya, Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Banyuasin Bapak Erwin Ibrahim, ST. MM., M.BA pada tanggal 14 mei 2019 di ruang rapat Bappeda Kabupaten Banyuasin mendorong percepatan implementasi e-monev berbasis geospasial untuk semua rencana program pembangunan di Kabupaten Banyuasin.

Dalam arahannya Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Banyuasin menekankan bahwa semua rencana program kegiatan harus berbasis geospasial sehinga evaluasi pelaksanaan program kegiatanya pun harus berbasis geospasial. Sehingga memudahkan pengambil kebijakan dalam hal ini Bupati Banyuasin dalam menentukan arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Banyuasin.

Lebih lanjut Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim, ST. MM., berpesan

pergunakan kesempatan dalam rapat koordinasi dalam rangka klinik validasi IGT (PITTI) dan survei lapangan Kebijakan Satu Peta (KSP) di Provinsi Sumatera Selatan besok sebaik-baiknya, sehingga dapat memperbaiki basis data spasial yang kita miliki," tutupnya. [yip]



Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar
Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00

Wabup OKU Jadi Orang Pertama Daftar Bacabup

Wabup OKU Jadi Orang Pertama Daftar Bacabup

Daerah11 September 2019 13:36

Sepele, Pria Ini Duel Maut dengan Paman dan Tewas
Marjito-Yudi-Yoni Pimpin DPRD OKU

Marjito-Yudi-Yoni Pimpin DPRD OKU

Daerah11 September 2019 15:33

Pulang Kampung, Ketua KPK Ziarah ke Makam Orangtuanya
2 Oknum Polisi Bisnis Shabu

2 Oknum Polisi Bisnis Shabu

Kriminal12 September 2019 18:33

Hari Ini Sriwijaya FC Bertekad Wajib Menang...

Hari Ini Sriwijaya FC Bertekad Wajib Menang...

Sriwijaya FC16 September 2019 11:30

Siang Ini DPR Bentuk Pansus Pemindahan Ibukota
Tak Ada Perkebunan Terbakar di Riau..

Tak Ada Perkebunan Terbakar di Riau..

Investigasi16 September 2019 10:52

Masih Kerja, Ketua KPK Lantik Sekjen-Direktur

Masih Kerja, Ketua KPK Lantik Sekjen-Direktur

Politik16 September 2019 10:29

Atlet Lampung Ikuti Kejuaraan Bulutangkis di Rusia