Dipotong Pakai Gunting..Ditato dengan Jarum Sol

Kriminal  KAMIS, 16 MEI 2019 , 09:45:00 WIB

Dipotong Pakai Gunting..Ditato dengan Jarum Sol
RMOLSumsel. Sugeng (49), terduga pemutilasi Della (15), ditangkap aparat Polres Malang Kota dekat tempat Pembakaran Mayat Panca Budi, Kota Lama, Malang kemarin. Ia memutilasi dengan gunting, lalu membuat tato di kaki Delaa menggunakan jarum sol sepatu.

Dari keterangan awal, dia mengaku memotong bagian organ korban dengan gunting. "Ada, gunting yang ditemukan di TKP,” kata Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK di lobi Polres Malang Kota tadi malam seperti diberitakan JPNN, Kamis (16/5).

Asfuri bersama jajarannya mulai melakukan penyelidikan mendalam terhadap tersangka. Saat ditanya apa seluruh proses mutilasi yang dilakukan pelaku menggunakan gunting, Asfuri membenarkan hal tersebut. Gunting ya lumayan besar guntingnya,” tambah Asfuri.

Pelaku sendiri diketahui berasal dari Jodipan, Kota Malang dan diketahui adalah seorang pengangguran. Saat diinterogasi polisi, pelaku mengaku mendapat permintaan dari korban agar dimutilasi jika meninggal. Mutilasi ini, menurut pelaku, dilakukan atas permintaan dari korban,” jelasnya.

Usai mencacah korbannya menjadi enam bagian, Sugeng meninggalkan jejak tato di telapak kaki korban dengan menggunakan jarum mencocok yang biasa dipakai tukang sol sepatu.

Tato itu dibuat setelah korban meninggal dengan alat seperti jarum sol sepatu. Setelah itu ia tindih tulisan tersebut menggunakan tinta bolpoin,” katanya.

Tato tersebut dibuat di kedua kaki korban. Sebelah kanan bertuliskan nama Sugeng dan sebelah kiri bertuliskan ‘Wahyu yang kuterima dari gereja comboran ketemu tukang kasus sama kerabatnya’.

Asfuri menyatakan akan mengundang psikiater dan dokter untuk memeriksa kondisi kejiwaan Sugeng. Selain itu kedatangan dokter juga untuk membantu memeriksa dan mengenali korban yang sampai saat ini belum teridentifikasi.


Sugeng diringkus pihak kepolisian di kawasan Pembakaran Mayat Gotong Royong, Jalan Martadinata, Rabu (15/5) sore. Pria yang sehari-hari kerja serabutan ini awalnya tertidur pulas tak jauh dari lokasi tempat berhentinya K-9 (anjing pelacak) melakukan pengendusan. Awalnya polisi tidak menaruh curiga karena saat anjing tersebut berhenti, belum ada orang.

Nah setelah anjing kami bawa pulang, dari anggota kami ada yang kembali ke sana menemukan pria tidur. Pihak kami coba memanggilnya dengan nama Sugeng. Eh kok menyahut, langsung kami bawa ke kantor,” tutur Asfuri.

Sementara ini terduga pelaku masih satu orang dan sedang dilakukan pengembangan kasusnya. Polisi juga telah membuat sketsa wajah korban yang juga diakui Sugeng benar adalah korban yang dia habisi. [ida]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00