Buntut Wawancara Televisi, Dokter Ani Diperiksa Polisi

Hukum  KAMIS, 16 MEI 2019 , 07:56:00 WIB

Buntut Wawancara Televisi, Dokter Ani Diperiksa Polisi
RMOLSumsel. Meninggalnya para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) karena kelalahan sebetulnya bukan sesuatu yang baru. Sejak Pemilu 2004 di satu kota saja ada beberapa petugas KPPS, Panitia Pemungutan Suara (PPS di tingkat kelurahan), dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang meninggal. Hanya saja saat itu, teknologi informasi belum secanggih sekarang.

Berbeda dengan Pemilu 2019, di mana meninggalnya ratusan petugas KPPS terekspos dengan optimal. Tetapi ada pihak-pihak yang berusaha mempolitisasi kematian mereka. Ada pula yang menduga-duga berbagai penyebabnya.

Salah satunya adalah dokter Robiah Khairani Hasibuan  atau dikenal Ani Hasibuan. Diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (16/5), dr Ani Hasibuan turut mempertanyakan penyebab kematian petugas KPPS serta memberikan analisis medisnya.

Namun, analisis medisnya ternyata berujung pada pelaporan yang dilakukan oleh Carolus Andre Yulika ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut tertera pada laporan polisi nomor: LP/2929/V/2019/PMJ/Dit Reskrimsus pada tanggal 12 Mei 2019. dokter Robiah disangkakan telah melanggar Pasal 28 Ayat 2 junto Pasal 35 junto Pasal 45 Ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Dokter Ani dituding telah menyebarkan berita atau pemberitahuan bohong, yang dapat mengakibatkan keonaran di masyarakat, yang terdapat di portal media berita tamshnews.com.

Oleh karenanya, Dokter Ani dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Kamis (16/5) sekitar pukul 10:00 WIB di ruang Subdit Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Hak tersebut merujuk pada Surat Perintah Penyidikan yang tercantum pada nomor: SP.DIK/391/V/RES.2.5/2019/Dit Reskrimsus pada tanggal 15 Mei 2019.

Diketahui, dokter Ani Hasibuan juga sempat menjadi pembicara di program acara stasiun televisi swasta Tv One. Dokter Ani memberikan penjelasan medisnya serta analisa penyebab kematian ratusan petugas KPPS, yang menurutnya, tidak mungkin akibat kelelahan.

Namun penjelasan dokter Ani pun mendapatkan respons Caleg dari PDIP Adian Napitupulu yang juga menjadi pembicara di acara tersebut. Adian menilai Dokter Ani telah merendahkan pekerjaan seorang petugas KPPS. [ida]

Komentar Pembaca
'Lautan' Manusia di Pinggir Sungai Musi Saat Kampanye Prabowo
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00