Delapan Pabrik Tahu Berformalin Dibawa Ke Pengadilan

Ragam  SENIN, 13 MEI 2019 , 22:58:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Delapan Pabrik Tahu Berformalin Dibawa Ke Pengadilan

ILUSTRASI

RMOLSumsel. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) mengaku, penggunaan makanan yang mengandung formalin sudah semakin menurun, hal itu disampaikan Kepala Bidang Penindakan BBPOM Palembang, Tedy Wirawan disela-sela kegiatan talkshow hari ini, Senin (13/5/19).


"Meski masih ditemukan makanan yang mengandung formalin, tapi kami tidak tinggal diam. Bahkan di tahun 2018 lalu ada 5 pabrik yang juga dibawa ke pengadilan akibat membuat tahu dengan campuran formalin," sampainya.

Tedy tidak menampik jika masih banyak ditemukan makanan yang mengandung formalin di semua pasar yang ada di Palembang, seperti tahu dan mie basah.

"hampir disemua pasar kami temui makanan yang mengandung formalin, seperti pasar lemabang, 10 Ulu dan pasar jakabaring," ungkapnya.

Kali ini, sambung Tedy, pihaknya tidak akan main-main dalam memberikan tindakan hukum terhadap pengusaha mie dan tahu yang menggunakan formalin dalam memproduksi kedua makanan tersebut.

"Kami akan bawa masalah ini ke hukum. Seperti ke lima pabrik tahu yang sudah dibawa ke pengadilan. Tahun ini juga ada tiga pabrik tahu juga yang sudah kami bawak ke pengadilan, dua ada di palembang dan satu ada di muara enim," ulasnya.

Kendati sudah ada delapan pabrik tahu yang pihaknnya tindak, tidak membuat pihaknya puas. Bahkan dalam waktu dekat akan ada beberapa pabrik yang membuat makanan dengan campuran formalin yang akan pihaknya berikan sanksi.

"Kita akan terus memberikan tindakan terhadap pabrik yang sering membuat makanan bercampur formalin, seperti di Bukit, Padang Selasa, Kenten, Kamboja dan Tanjung Sari," tegasnya.

Sanksi yang akan di terima oleh pabrik yang membuat makanan bercampur formalin adalah penjara maksimal lima tahun.

"Bedanya tahu yang di campur dengan formalin bisa tahan sampai tiga hari sedangkan tahu yang tidak berformalin hanya tahan selama satu hari, jadi jika di campur formalin distributor beranggapan tidak akan merugi jiak tidak habis," tandasnya. [irm]



Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00