Pembangunan Berkelanjutan Jakarta

Politik  MINGGU, 05 MEI 2019 , 08:50:00 WIB

Pembangunan Berkelanjutan Jakarta
RMOLSumsel. Ada semacam tradisi terkait banjir di Jakarta. Setiap kali banjir kembali melanda kota Jakarta, setiap kali pula netizen (warga dunia maya) maupun citizen (warga dunia nyata) tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk sibuk menyaci-maki Gubernur Jakarta dungu, goblok, brengsek, pemalas, tidak berdaya maka tidak layak jadi Gubernur sebab terbukti tidak becus menanggulangi banjir.

Sementara juga sudah menjadi tradisi bahwa sang Gubernur sibuk membela diri sambil sibuk menyalahkan gubernur pendahulunya. Tradisi saling menyalahkan pada hakikatnya mubazir karena segenap pihak hanya memboroskan energi lahir-batin untuk lebih sibuk mencari Siapa yang bersalah ketimbang Apa yang salah. Namun banjir akhir April 2019 ternyata beda.

Beda

Kantor berita politik RMOL 2 Mei 2019 memberitakan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bukan menyalahkan namun malah berterima kasih kepada mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama karena dinilai mampu mengurangi banjir yang kerap melanda Ibukota. Anies menilai bahwa banjir yang terjadi saat ini lebih sedikit ketimbang zaman kepemimpinan Basuki.

"Saya terima kasih (kepada) semua orang yang pernah bertugas di Jakarta, termasuk Pak Basuki pasti berpengalaman terkait dengan banjir. Apalagi Pak Basuki, karena banjir yang kemarin itu bukan apa-apanya dibanding banjir yang pernah dialami Pak Basuki," kata Anies saat ditemui di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis 2 Mei 2019.

Anies sadar jika bencana banjir yang belakangan kembali terjadi tak seberapa dibanding sebelumnya. Hal itu dilihat berdasarkan jumlah korban terdampak dan jumlah pengungsi. Meski sama-sama mengalami banjir, namun jumlah pengungsi saat ini cenderung lebih sedikit. Hal itulah yang menjadi tolak ukurnya untuk menilai banjir kali ini tak separah sebelumnya.

"Jadi beliau (Basuki) memang pernah mengalami situasi yang sangat sulit dibandingkan dengan apa yang saya alami kemarin, hanya 1.600 orang yang mengungsi. Pada waktu beliau yang bertugas sampai 200 ribu lebih orang yang harus mengungsi," tandas Gubernur Anies.

Berkelanjutan

Layak dihargai, sikap Anies Baswedan alih-alih menyalahkan malah memuji Gubernur Jakarta pendahulunya, yaitu Basuki Tjahaja Purnama. Anies cukup jujur dan bijak untuk mengakui bahwa kota Jakarta bukan dibangun secara mendadak langsung-jadi oleh dirinya sendiri saja. Ibarat lomba lari maka pembangunan kota Jakarta bukan lomba lari 100 meter tetapi lomba maraton sekaligus estafet. Memang de facto, kota Jakarta dibangun oleh bukan seorang tetapi beberapa gubernur secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Pembangunan Jakarta merupakan karsa dan karya berkelanjutan segenap kepala daerah Jakarta sejak tahun 1945.

Terima Kasih

[sri]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00