Meski Gagal Masuk Senayan, Begini Kinerja Irma Suryani

Laporan : Irmayani

Politik  KAMIS, 02 MEI 2019 , 16:44:00 WIB

Meski Gagal Masuk Senayan, Begini Kinerja Irma Suryani

Irma Suryani / NET

RMOLSumsel. Politisi perempuan Irma Suryani Chaniago harus gigit jari dalam Pemilu tahun ini, pasalnya Irma Suryani harus rela gagal masuk ke senayan setelah perolehan suaranya disalip oleh rekan satu partai Sri Kustina dalam pemilihan dapil Sumsel II.

Irma Suryani Chaniago sendiri lahir di Metro, Lampung, 6 Oktober 1965 merupakan seorang aktivis buruh dan politisi Indonesia dari Partai NasDem.

Ia terpilih menjadi anggota DPR RI untuk periode 2014 - 2019 dalam Pileg 2014 melalui Dapil Sumsel II yang mencakup kabupaten Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Ilir, Empat Lawang, serta kota Muara Enim, Lahat, Pagar Alam, dan Prabumulih. Oleh fraksinya, Irma ditempatkan di Komisi IX yang mengurusi bidang Tenaga kerja & Transmigrasi, Kependudukan, dan Kesehatan.

Dalam Partai Nasdem, Irma dipercaya memegang beberapa jabatan. Disamping menjabat Ketua Bidang Kesehatan, Perempuan & Anak DPP Partai NasDem, ia juga memimpin dua organisasi sayap partai, dengan jabatan sebagai Ketua Umum DPP Garda Wanita Malahayati atau Garnita Malahayati yang diresmikan pada tanggal 19 Juli 2011 dan Ketua Umum DPP Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) NasDem yang dideklarasikan pada tanggal 2 September 2012.

Sebelum aktif berpolitik di Partai NasDem, Irma yang menamatkan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, Jakarta ini dikenal sebagai tokoh aktivis perjuangan kaum buruh. Ia pernah dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serikat Buruh Maritim & Nelayan Indonesia (SBMNI) dan Ketua MPO Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (SBPI).

Saat ini, Irma dipercaya menjadi salah satu juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Irma juga sempat menjadi sorotan publik dengan berbagai stadment yang dia lontarkan, dia juga sering mengkritik beberapa hal untuk disampaikan ke publik. Seperti, Irma sempat menyayangkan pernyataan Prabowo Subianto soal profesi pengemudi ojek online.

Irma pernah menanggapi pernyataan calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang dinilai telah merendahkan profesi pengemudi ojek online. Saat berbicara di Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Prabowo mengaku miris karena para pemuda lulusan SMA justru memilih untuk bekerja sebagai pengemudi ojek online.

"Yang paling di sebelah kanan adalah topi SD, setelah ia lulus ia pergi ke SMP. Setelah ia lulus, ia pergi ke SMA dan setelah ia lulus SMA ia menjadi pengemudi ojek. Sedih, tapi ini kenyataan," kata Prabowo pada akhir November lalu.

Pernyataan itu, akhirnya menimbulkan protes dan demonstrasi besar-besaran dari para pengemudi ojek online. Mereka mengaku merasa terhina dengan pernyataan Prabowo.

Irma pun membela para pengemudi ojol tersebut. Selain diminati, pekerjaan tersebut dinilainya juga halal.

"Astafirullah, jangan menghina rakyatlah. Driver ojek itu pekerjaan halal dan pekerjaan ini ada di seluruh dunia. Kemarin (mengatakan) tampang Boyolali, sekarang merendahkan driver ojek," kata Irma.

Irma juga sejak awal sudah aktif berorganisasi dan berjuang bersama kaum buruh. Ketika memperjuangkan nasib buruh, Irma tidak sekedar ngecap. Ia aktif di dalam berbagai organisasi yang membela kepentingan kaum buruh, antara lain sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serikat Buruh Maritim & Nelayan Indonesia (SBMNI) dan Ketua MPO Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (SBPI). Namun, ia akhirnya berpikir kalau tidak duduk di parlemen, maka perjuangan tersebut kurang berbunyi nyaring.

"Setelah selama ini kita berjuang di jalanan, kami berpikir, tidak mungkin kami bisa mempengaruhi kebijakan-kebijakan publik oleh pengelola negara, kalau kita tidak bisa masuk sebagai salah satu pengelola negara," kata Irma.

Bahkan saat ia menjabat sebagai manajer di PT Jakarta International Container Terminal, Irma sempat membuat serikat pekerja di tempatnya bekerja.

Tak hanya itu, Irma menjabat sebagai Ketua Gemuruh, organisasi sayap gerakan massa buruh di Partai Nasdem. Di dalam menghadapi Pilpres 2014 lalu, Partai NasDem meluncurkan satu organisasi sayap yang menurut mereka bisa mendorong untuk membuat buruh memberikan suaranya bagi parpol tersebut. Gerakan itu diberi nama Gerakan Massa Buruh  (Gemuruh) Nasdem dan diketuai oleh Irma.

"Gemuruh merupakan organisasi yang terdiri dari segenap aktivis, serikat buruh maupun perorangan yang bersama-sama memiliki semangat perjuangan untuk meningkatkan harkat martabat buruh," ujar Irma ketika memberikan keterangan pers tahun 2012 lalu.

Melalui organisasi itu, Irma berharap buruh bisa menjadi subjek dari pembuat kebijakan dan bukan objek semata. Menurutnya, tanpa menjadi pelaku, maka buruh selamanya hanya akan menjadi penonton dengan angan-angan kesejahteraan dan kemakmuran. [irm]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00