Herman Deru :” Musi Rawas Sekarang Semakin Masyhur”

Oleh: Irhamudin Sutan Parmato

advertorial  SELASA, 30 APRIL 2019 , 19:54:00 WIB

Herman Deru :” Musi Rawas Sekarang Semakin Masyhur”

Bupati Musi Rawas H. Hendra Gunawan /rmolsumsel

RMOLSumsel. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru secara lugas dan gamblang memuji kemajuan pembangunan di Kabupaten Musi Rawas. Bukan hanya pembangunan sarana fisik berupa infrastruktur, namun juga kemajuan di bidang lain, seperti perkembangan indeks pembangunan manusia, tata kelola keuangan daerah, serta perkembangan ekonomi kemasyarakatan.

Pujian tersebut disampaikan langsung orang nomor satu di Sumatera Selatan tersebut saat memberikan sambutan dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Musi Rawas, dalam rangka HUT Kabupaten Musi Rawas ke 76, Selasa (17/4).

Usia 76 tahun adalah usia emas dan matang untuk suatu daerah, dengan segala kemajuan yang dicapai Kabupaten Musi Rawas saat ini terutama prestasi di tingkat nasional, sudah wajar jika Musi Rawas menjadi kabupaten yang semakin "masyhur”.

Tentu menurut Herman Deru, capaian yang didapat saat ini tidaklah mudah. Perlu usaha keras dan perjuangan dari semua pihak,terutama pemangku kepentingan di Musi Rawas. Namun  melihat kekompakan dan kerjasama yang baik semua pihak yang ada, capaian yang didapat saat ini sudah sangat wajar.

Masyarakat Musi Rawas patut berbangga memiliki pemimpin yang visioner dan selalu fokus dengan pembangunan daerahnya,” ujarnya lagi.

Apalagi kata Herman Deru, Kabupaten Musi Rawas sebagai kabupaten induk dari Daerah Otonom Baru (DOB) Kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kabupaten Musi Rawas harus kembali berbenah dari awal.Terutama dalam pembangunan kawasan Muara Beliti, sebagai ibukota kabupaten. Apa yang sudah ada dan tersedia saat ini, jelas menunjukkan keseriusan dari pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakatnya. Pemprov Sumsel menurut dia, akan terus melakukan dorongan untuk percepatan pembangunan, terutama infrstruktur untuk pelayanan kepada masyarakat.

Seperti rumah sakit dr. Sobirin di Lubuk Linggau, itu nanti akan diambil alih oleh provinsi sebagai rumah sakit rujukan dan di Musi Rawas akan kita bangunkan rumah sakit yang setara dan setarap dengan rumah sakit Sobirin saat ini,” katanya.

Selain itu, untuk mempertahankan Musi Rawas sebagai lumbung pangan di Sumatera Selatan, dirinya akan konsen terkait permasalahan saluran irigasi. Dirinya bahkan sudah mengajak langsung tim dari Kementerian PU untuk meninjau langsung kondisi irigasi dari Bendung Kelingi (BK) dari BK 0 di Watervang hingga BK 17 di Kecamatan Purwodadi. Persoalan klasik yang terjadi yaitu perebutan air antara petani ikan dengan petani padi yang  diduga menjadi pemicu berkurangnya debit air irigasi harus diatasi dan dijadikan jalan keluarnya.

"Maka saya langsung mengajak tim dari Kementerian PU untuk meninjau langsung ke lokasi dan mengetahui persoalan sebenarnya dilapangan, dan yakinlah persoalan yang terjadi saat ini akan segera ada jalan keluarnya,”terangnya.

Mantan Bupati Kabupaten OKU Timur ini juga memuji kondisi alam di Musi Rawas. Salah satunya di kawasan Dusun Sri Penganten Desa Pasenan Kecamatan STL Ulu Terawas. Keasrian alam dan tatacara kelola alam masyarakat disana menurut Herman Deru bisa dijadikan referensi masyarakat di Sumatera Selatan.

"Sri Penganten patut menjadi destinasi wisata alam di Sumatera Selatan, keasrian alam dan kearifan lokal masyarakatnya dalam mengelola lingkungan bisa menjadi referensi kita semua,”ulasnya.

Sementara Bupati Musi Rawas H. Hendra Gunawan mengatakan,  perhatian dari Gubernur Sumsel kepada Musi Rawas jelas menjadi spirit  bagi pemerintah dan masyarakat Musi Rawas. Dirinya bersama dengan Wakil Bupati, Hj Suwarti terus berkomitment meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan di Musi Rawas.

Komitment tersebut menurut Hendra Gunawan jelas harus terealisasi dan berimplikasi kepada pelayanan dan peningkatan peran masyarakat. Saat ini untuk APBD, terus mengalami kenaikan. Dimana pada tahun 2018 lalu, APBD Musi Rawas sebesar Rp 1,75 trilyun, dan saat ini untuk tahun 2019 naik menjadi Rp 1,9 trilyun.

Selain itu kata Hendra, pihaknya juga berkomitmen untuk terus menurunkan angka kemiskinan di Musi Rawas. Dimana kata dia, angka kemiskinan di Musi Rawas terus mengalami penurunan setiap tahun. Pada tahun 2015 lalu angka kemiskinan di Musi Rawas masih diangka 15,13 persen.  Kemudian pada tahun 2018 angka kemiskinan masih diangka 13,76 persen. Sedangkan untuk tahun 2019 pihaknya menargetkan angka kemiskinan di Musi Rawas pada angka 12,4 persen.

"Kita yakin dan optimis target angka kemisikinan 1 digid di tahun 2023, dimana kita menargetkan angka kemiskinan pada tahun 2023 sebesar 9,65 persen,”ujarnya.[adv]
















Komentar Pembaca
Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00