Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

Kedipan Mata Rosyida  MINGGU, 21 APRIL 2019 , 23:59:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..
HARI ini, dua pekan sudah setelah Pemungutan Suara Pemilu Serentak 2019. Setelah 7 bulan Tahapan Pemilu mendera rakyat Indonesia secara psikologis, semula diharapkan hari pencoblosan merupakan klimaks. Akhir segala persaingan; Tercipta suasana sejuk..dan damai.

Sayang sekali. Suasana yang diimpikan tak kunjung tiba. Situasi makin panas. Dua kubu Capres-Cawapres saling mengklaim kemenangan. Dilancarkan berbagai pernyataan yang menuding telah terjadi kecurangan dalam Pemilu Serentak 2019, terutama di Pilpres. Dikatakan kecurangan tersebut terstruktur, sistematis, dan massif (TSM). Benarkah? Apakah ada buktinya?

Kalau ditanya benarkah ada kecurangan TSM? Maka tidak ada satu pihak pun yang dapat membuktikannya. Ada yang coba-coba menghadirkan bukti dengan berbagai video, yang belakangan ternyata hoax.

Lebih aneh lagi. Yang diributkan atau dituduh telah terjadi kecurangan itu di Situng. Padahal Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan Capres-Cawapres Terpilih tidak berdasarkan Situng. KPU sesuai ketentuan undang-undang, menetapkan Capres-Cawapres Terpilih berdasarkan rekapitulasi manual berjenjang.

Tapi itulah faktanya. Orang-orang yang dikenal sebagai tokoh, bergelar doktor sekalipun seakan-akan menjadi bodoh ketika bicara soal capres-cawapres yang mereka dukung. Mereka dengan enteng mebuat pernyataan, klaim, atau tudingan tanpa dukungan data atau fakta. Rakyat geleng-geleng kepala. Ada yang nyinyir menyebut mereka barisan sakit hati. Ada pula yang menyebut mereka gila popularitas. Ada pula yang menyebut mereka kalap, haus kekuasaan sehingga membutakan mata dan memekakkan telinga.

Ke mana nalar mereka? Bukankah Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden (Pilpres) sudah ada lembaga-lembaga resmi sebagai penyelenggaranya? Sadarkah mereka, biar robek mulut berseru takkan ada gunanya? Tidak ingatkah mereka bahwa Indonesia negara hukum? Bila betul sudah terjadi kecurangan, tempuh jalur hukum, tunjukkan bukti dan faktanya. Lupakah mereka bahwa pernyataan-pernyataan tanpa dasar atau bukti sah itu semakin mencoreng citra diri mereka?

SEKARANG marilah kita mulai dari diri sendiri saja. Tidak usah didengarkan apalagi ditanggapi pernyataan orang-orang semacam itu. Kita fokus saja pada urusan dan pekerjaan kita masing-masing. Biarlah lembaga-lembaga resmi yang mengurus Pemilu Serentak 2019 hingga usai.

Biarlah orang-orang itu ribut sendiri. Kita jadikan mereka ibarat pepatah 'Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu'. Kita berdoa semoga Allah SWT memberikan Presiden dan Wakil Presiden yang diridhai-Nya. [*]

Komentar Pembaca
Marhaban ya Ramadhan..

Marhaban ya Ramadhan..

MINGGU, 05 MEI 2019

NYOBLOS YUUK...

NYOBLOS YUUK...

RABU, 17 APRIL 2019

KAMPANYE PAMUNGKAS...

KAMPANYE PAMUNGKAS...

SABTU, 13 APRIL 2019

Prabowo Dikeroyok 3 Gubernur..

Prabowo Dikeroyok 3 Gubernur..

KAMIS, 11 APRIL 2019

Kampanye PAS Besok Pasti

Kampanye PAS Besok Pasti "Sepi"..

SENIN, 08 APRIL 2019

Jokowi pun Memilih Hujan-hujanan....
Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00