Jawab Tudingan Prabowo, Persepsi Gelar Public Expose

Politik  SABTU, 20 APRIL 2019 , 10:08:00 WIB

Jawab Tudingan Prabowo, Persepsi Gelar Public Expose
RMOLSumsel. Penolakan Capres Prabowo Subianto terhadap hasil hitung cepat (quick count) Pilpres 2019 berbuntut panjang. Sebab Prabowo menyebut hasil quick count sebagai alat kebohongan publik.  Perhimpunan Survei dan Opini Publik Indonesia (Persepi) pun meradang dan buka suara.

Induk lembaga yang menaungi sejumlah lembaga survei yang menggelar quick count pemilu presiden itu siap membuka luas seluruh proses yang mereka lakukan pada 17 April lalu.

Pernyataan politik Prabowo terkait kualitas dan validitas hasil quick count pilpres membuat Persepi terusik. Betapa tidak. Usai hasil quick count dirilis pada 17 April lalu, Prabowo kerap meminta kepada pendukungnya untuk tidak mempercayai hasil hitung cepat.

Pernyataan terbaru disampaikan Prabowo, saat menggelar sujud syukur kemenangan, berdasarkan hasil real count yang dilakukan tim internalnya. ”Rakyat tidak percaya sama kalian lembaga survei mungkin kalian harus pindah ke negara lain. Mungkin kau bisa pindah ke Antartika, bohongi penguin-penguin di Antartika. Hai lembaga lembaga survei tukang bohong, rakyat Indonesia tidak mau dengar kamu lagi,” kata Prabowo dalam pernyataannya, Jumat (19/4).

Persepi pun merespons hal itu. Anggota dewan etik Persepi, Hamdi Muluk menyatakan, pernyataan yang disampaikan Prabowo justru malah menunjukkan kurangnya sikap kesatria.

Ini karena, pada pilkada DKI Jakarta tahun 2017, banyak bukti yang menunjukkan bahwa Prabowo percaya pada hasil hitung cepat lembaga survei, setelah memastikan kemenangan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno atas Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

”Cek saja di Youtube, ada videonya, yang hitung cepat lembaganya itu-itu juga,” kata Hamdi seperti diberitakan JPNN, Sabtu (20/4).


Pernyataan itu kontradiktif dengan apa yang disampaikan Prabowo saat ini. Karena itu, demi menghindari kericuhan di masyarakat, lembaga-lembaga survei yang berada di naungan Persepi akan memaparkan secara terbuka hasil hitung cepat mereka. Mulai dari Indikator, Charta Politika, CSIS dan Cyrus telah memastikan siap untuk hadir.

”Besok (hari ini) kami akan adakan semacam public expose, kami jembreng semua, semua terbuka media silakan bertanya,” kata Profesor Psikologi Politik Universitas Indonesia itu.


Hamdi menyatakan, karena undangan yang mepet, baru sekitar 80 persen anggota Persepi yang memastikan hadir. Nantinya, para anggota dewan etik yang merupakan akademisi dari berbagai universitas akan hadir, memastikan apakah hitung cepat yang dilakukan lembaga-lembaga survei memenuhi kaidah statistik.

”Misalnya, ini TPS yang dijadikan sampel, ini cara penarikan sampelnya, mana rekaman prosesnya, dan cara mengolah data-data yang terkumpul, supaya klir semua,” kata Hamdi.

Hamdi menyatakan, Persepi menyayangkan sikap Prabowo sebagai calon presiden. Dia menilai, sah saja jika Prabowo menyatakan tidak percaya dengan hasil hitung cepat. Namun, hal itu tidak bisa diselesaikan dengan klaim kemenangan sendiri.

”Kalau nggak percaya quick count enggak masalah, tapi sebaiknya tunggu hasil KPU. Kalau manas-manasi ke bawah kan akhirnya memperkeruh suasana,” tandasnya.

Direktur Riset Charta Politika Muslimin memastikan bahwa lembaganya siap untuk hadir dalam expose hasil hitung cepat. Muslimin menyatakan, pihaknya siap memberi penjelasan seperti apa penarikan sampel hitung cepat, proporsi sampel, hingga penarikan kesimpulan. ”Bagaimanapun juga Persepi memiliki dewan etik, kami siap mempertanggungjawabkan data kami,” kata Muslimin kepada Jawa Pos.

Muslimin menyatakan, semua lembaga yang tergabung dalam Persepi diundang untuk menyampaikan expose. Awak media juga dipersilakan untuk hadir, dan memastikan apakah hasil hitung cepat itu akurat, atau justru merupakan kebohongan publik. ”Secara Undang Undang, kegiatan kami dilindungi. Biarkan ada yang menilai apapun. Tapi nanti publik juga akan menilai setelah perhitungan resmi KPU muncul,” tandasnya. [ida]

Komentar Pembaca
'Lautan' Manusia di Pinggir Sungai Musi Saat Kampanye Prabowo
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00