Waspadai Penggiringan Quick Count, Kubu 02 Kawal Kemenangan

Politik  RABU, 17 APRIL 2019 , 20:34:00 WIB

Waspadai Penggiringan Quick Count, Kubu 02 Kawal Kemenangan

Prabowo Subianto / NET

Description: https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif

RMOLSumsel. Usai pencoblosan pemilu 2019, berbagai lembagai survey mulai melakukan perhitungan cepat. Hampir semua lembaga survey memenangkan Paslon nomor urut 01 dengan selisih hampir 20 persen rata -rata.

 

Tentu saja ini membuat kubu Paslon nomor urut 02 merasa terguncang dan cemas. Pasalnya jika dilihat dari animo masyarakat saat kampanye, kubu 02 dinilai bakal memenangkan Pilpres periode ini.

 

Dalam sebuah postingan di akun twitter pribadi Prabowo Subianto, ia memposting sebuah postingan yang menyerukan agar para relawan tetap mengawal kemenangan hingga tingkat kecamatan dan jangan mempercayai hasil QC yang memenangkan Jokowi - Maaruf Amin.

 

"Mohon semua relawan untuk mengawal kemenangan kita di semua TPS dan Kecamatan. Saya tegaskan disini ada upaya dari lambaga - lembaga survey tertentu yang kita ketahui bersama memang berkerja untuk satu pihak, untuk menggiring opini seolah - olah kita kalah", Tulis Capres pilihan ijtima ulama ini.

 

Pada postingan lainnya Prabowo mengklaim kemenangan 52.2 persen dari Jokowi - MaAruf Amin. Juga dalam postingan tersebut Prabowo menilai banyak kecurangan karena ada banyak surat suara yang dicoblos  untuk 01 sebelum pemilihan umum dimulai.

 

"Belum lagi banyak diketemukan surat suara yang sudah dicoblos 01. Walau demikian hasil exit poll kita di 5000 TPS menunjukan bahwa kita menang 55.4 persen dan hasil quick count kita menang 55.2 persen." Ungkapnya lagi dalam sebuah postingan twitter hari ini (17/4).

 

Tak tertinggal pentolan Garbi (Gerakan Arah Baru Indonesia) , Fahri Hamza. Dalam cuitannya ia menilai otoritas negara penyelenggara pemilu diam ketika banyak laporan dari masyarakat tentang pelanggaran pemilu kali ini.

 

"Sementara media sosial dan masyarakat melaporkan dari TPS masing - masing tentang kejanggalan, kecurangan, dan dugaan pelanggaran. Otoritas negara penyelenggara pemilu diam seribu bahasa. Ruang publik jadi ke petisi lanjutan. Ada apa dengan kalian?." Tulis Fahri Hamza dalam akun pribadinya. [irm]

 


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00