KAMPANYE PAMUNGKAS...

Kedipan Mata Rosyida  SABTU, 13 APRIL 2019 , 09:21:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

KAMPANYE PAMUNGKAS...
HARI ini Sabtu (13/4) merupakan akhir Masa Kampanye Pemilu Serentak 2019. Khusus untuk Pilpres 2019, Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) dan Pasangan Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) memanfaatkan hari dengan sebaik-baiknya untuk kampanye.

Malam ini, kedua pasangan calon akan mengikuti Debat V Capres-Cawapres Pemilu 2019. Ini merupakan debat terakhir, yang menjadi penanda berakhirnya masa kampanye. Karena terhitung pukul 00.00 malam ini, Minggu (14/4), sudah masa tenang yang akan berlangsung hingga pukul 23.59WIB.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf dijadwalkan menggelar Kampanye Akbar di Gelora Bung Karno, Jakarta. Prabowo-Sandi kampanye di Lapangan Alun-Alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Banten.

Para simpatisan dan kader-kader partai pendukung Pasangan Jokowi-Ma'ruf sudah jauh-jauh hari bersiap untuk menghadiri kampanye akbar hari ini. Bukan hanya yang dari Jakarta melainkan juga dari berbagai daerah di seluruh penjuru negeri. Tentu saja demikian halnya dengan para pendukung dan simpatisan Pasangan Prabowo-Sandi.

Tak dapat dipungkiri, kampanye akbar ini merupakan ajang unjuk kekuatan pra Pemungutan Suara Pipres 2019. Di kampanye akbar akan tarlihat paslon mana yang massanya lebih besar. Tapi apakah itu penting?

Menjelang akhir masa kampanye, berbagai lembaga merilis hasil survei terbaru mereka. Seperti biasa, lembaga survei mainstream menempatkan Paslon 01 unggul jauh di atas Paslon 02. Akan tetapi keunggulan serupa menjadi milik Paslon 02 sebagai  hasil survei internal dan beberapa lembaga survei lainnya.

Hasil survei SMRC menunjukkan Jokowi-Ma'ruf meraih elektabilitas 56,8%, sedangkan Prabowo-Sandi 37%. Survei LSI Denny JA menunjukkan dukungan terhadap Jokowi-Amin di kisaran 55,9%-65,8%, adapun Prabowo-Sandi memperoleh dukungan 34,2%-44,1%. Jokowi-Amin disebut LSI Denny JA menyapu bersih kemenangan di semua segmen, termasuk segmen pemilih terpelajar yang sebelumnya memenangkan Prabowo-Sandi.

 Alvara Research Center dan Indopolling menunjukkan Jokowi-Amin unggul jauh jika dibandingkan dengan Prabowo-Sandi. Alvara mengungkap jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan terus turun dan kini tinggal sekitar 9%. Jika dilihat dari zonasi, Indopolling menunukkan Jokowi-Amin unggul di semua wilayah, kecuali Sumatera.

Lembaga riset Populi Center khusus di Jawa Barat menyebutkan Jokowi-Amin unggul dengan perolehan 40%, sedangkan elektabilitas pesaingnya, Prabowo-Sandi, mencapai 35,1%. Selain itu, sebanyak 22,9% responden menyatakan tidak menjawab dan 2,0% menyatakan golput.

Sementara itu terjadi eksodus pendukung masing-masing ke paslon ke paslon lainnya. Belum lagi tampilnya Ustaz Abdul Somad (UAS)-yang berstatus PNS melanggar netralitas-menenemui Capres 02. Diklaim oleh berbagai pihak bahkan pengamat, tindakan UAS ini akan membuat massa pemilih mengalihkan pilihan dari 01 ke 02. Benarkah?

SEBAGAI warga negara  yang baik lagi bijaksana, kita bersikap skeptis saja menghadapi semua klaim, tuduhan, umpatan dan sebagainya. Dengan bersikap skeptis, kita sudah menyelamatkan Negeri ini dari kegaduhan lebih besar. Dengan membiarkan aparat berwenang bekerja sesuai SOP, kita sudah menyelamatkan Bangsa Indonesia dari hiruk-pikuk yang tidak perlu. Mari kita mulai dari diri sendiri.

Menjelang akhir masa kampanye, berbagai manuver yang dilakukan paslon dan para pendukungnya takkan mempengaruhi para pemilih. Sebab masing-masing pemilih sudah mantap dengan pilihan mereka. Karena itu, manuver eksodus para pendukung dari satu paslon ke paslon lainnya akan disikapi publik dengan sinis. Kalau  yang berseberangan dengan mereka dianggap 'barisan sakit hati'  atau 'barisan cari muka'.

Contohnya langkah UAS. Ini hanya akan efektif untuk pemilih yang belum memutuskan. Artinya jamaah UAS yang belum memutuskan pilihan bisa saja ikut mendukung 02. Tapi bagi yang sebelumnya sudah mendukung 01, langkah UAS ini bukan tidak mungkin mereka cibir. Bagi yang sudah mendukung 02, langkah UAS ini disambut dengan senyum lebar dan tangan terbuka.

Seluruh negeri sudah paham. Yang menentukan kemenangan capres-cawapres adalah jumlah surat suara yang dicoblos di gambar masing-masing paslon sah. Paslon yang memperoleh suara lebih banyak, merekalah yang menang.

Dengan demikian, tidak perlu publik terpengaruh oleh klaim lembaga survei. Atau klaim kubu masing-masing paslon. Atau berita temuan surat suara tercoblos, juga klaim eksodus para tokoh dari dan ke paslon lain, dan lain-lain rumor serta isu.

Pastikan saja tanggal 17 April 2019  kita sebagai pemilih mencoblos tanda gambar paslon susuai hati nurani, dan mencoblosnya sesuai ketentuan sehingga suara kita dinyatakan sah alias tidak terbuang percuma. [*]



Komentar Pembaca
Gubernur Urungkan ke Luar Negeri ..

Gubernur Urungkan ke Luar Negeri ..

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019

Startup Harus Rebut Pasar Ekonomi Halal
Cuma Sebatang Pohon..Separo Jawa Gulita
Maskawin 50 Suku Emas

Maskawin 50 Suku Emas

SENIN, 01 JULI 2019

Marhaban ya Ramadhan..

Marhaban ya Ramadhan..

MINGGU, 05 MEI 2019

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

MINGGU, 21 APRIL 2019

Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00