Pertemuan Prabowo dan UAS, Tsunami Politik Bagi Jokowi

Politik  JUM'AT, 12 APRIL 2019 , 20:59:00 WIB

Pertemuan Prabowo dan UAS, Tsunami Politik Bagi Jokowi

Prabowo dan UAS / NET

RMOLSumsel. Pertemuan pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad atau UAS dengan calon presiden Prabowo Subianto pada Kamis kemarin (11/4) menuai perhatian publik.

Pengamat politik Jajat Nurjaman menilai, pertemuan keduanya menjelang peungutan suara 17 April bukan pertemuan biasa. Terdapat sejumlah hal yang bisa jadi catatan dari pertemuan.

Pertama, UAS dapat dikatakan sebagai representasi para pemilih yang selama ini belum menentukan pilihan. Akhirnya menjatuhkan pilihannya setelah betul-betul mendalami dan mencari tahu siapa yang terbaik di antara dua capres.

"Konsekuensi logis dari dukungan UAS kepada Prabowo yaitu semakin memperbesar jarak ketertinggalan Jokowi dari Prabowo karena rekaman pertemuan tersebut menegaskan dukungan UAS kepada Prabowo. Selain itu, tentu dukungan UAS semakin memperkuat soliditas kubu penantang," papar Jajat kepada wartawan, Jumat (12/4).

Menurutnya, pertemuan UAS dan Prabowo berpotensi menurunkan angka golput di Pilpres 2019. Mereka yang tadinya ragu untuk memilih atau belum punya pilihan akhirnya memutuskan ikut UAS.

"Ulama sekaliber UAS ini bukan tokoh biasa, kita ketahui beliau sangat jauh dari hiruk pikuk politik nasional. Kami melihat gamblangnya UAS dalam memberikan dukungan pada Prabowo seolah memberikan petunjuk pada masyarakat yang ragu untuk memilih atau belum menentukan pilihan. Ada sebuah pesan dahsyat ke masyarakat sebagai respon situasi kebangsaan di tengah gejolak seperti sekarang ini," terang Jajat.

Perihal alasan UAS baru muncul sekarang, Jajat melihat hal itu bisa dimaknai sebagai sebuah sinyal bahwa masyarakat harus siaga. Karena dalam beberapa waktu belakangan terjadi semacam keresahan masyarakat soal banyaknya pihak yang mencoba menodai pesta demokrasi dengan melakukan kecurangan.

"Pertemuan ulama kharismatik tersebut adalah gelombang tsunami politik bagi capres petahana Joko Widodo," ujarnya.

Terlebih, dalam sejumlah riset survei, elektabilitas petahana sudah tergerus di bawah Prabowo sebagai penantang.

"Dengan situasi seperti sekarang bukan tidak mungkin elektabilitas Prabowo-Sandi semakin jauh meninggalkan Pak Jokowi. Tapi apapun itu, kita semua berharap gelaran demokrasi tetap berlangsung sejuk, damai dan jujur demi kualitas demokrasi kita bersama," tandas Jajat yang juga direktur eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID). [irm]



Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

Gladiresik Pelantikan Praspa TNI-Polri

Gladiresik Pelantikan Praspa TNI-Polri

MINGGU, 14 JULI 2019 , 16:32:00

Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00