Kampanye PAS Besok Pasti "Sepi"..

Kedipan Mata Rosyida  SENIN, 08 APRIL 2019 , 19:33:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Kampanye PAS Besok Pasti
CALON Presiden (Capres) Nomor Urut 02 Prabowo Subianto dijadwalkan melaksanakan kampanye akbar di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Sumatera Selatan besok, Selasa (9/4) siang.

Dengan dihadirkan pentas hiburan yang menampilkan Soneta Group bersama Nissa Sabyan, dipastikan massa akan berbondong-bondong hadir ke lokasi kampanye. Karena itu Ketua Panitia Kampanye Prabowo-Sandi (PAS) di Palembang Budiarto Masrul mengatakan, pihaknya memprediksi 100 ribu massa akan hadir. Massa akan mendengarkan orasi politik yang disampaikan Prabowo.

Budiarto mengungkapkan, Capres Nomor Urut 02 dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang sekitar pukul 12.00 WIB. Sepanjang perjalanan menuju ke lokasi kampanye, Prabowo seperti biasa akan menyapa masyarakat yang telah menanti kedatangannya.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel Syaifuddin Aswari Rivai mengatakan, pihaknya memprediksi Prabowo-Sandi akan memenangkan 65 persen suara di provinsi ini.

PANITIA boleh saja optimis dengan mengharapkan sedikitnya 100 ribu massa hadir. Juga mengharapkan kemenangan Prabowo-Sandi mencapai 65 persen di Sumatera Selatan. Namun ada berbagai faktor yang membuat para pendukung dan simpatisan akan berpikir ulang untuk menghadiri kampanye PAS.

Yakinlah..Kampanye Akbar Prabowo-Sandi besok takkan sesukses yang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Minggu (7/4). Karena banyak faktor yang mendukung suksesnya Kampanye Akbar Prabowo-Sandi, yang dikabarkan dihadiri 1 juta lebih massa.

Bedanya antara lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan pendukung Prabowo-Sandi. Sebagai seorang kepala daerah, Anies bisa melakukan banyak hal untuk mengerahkan massa hadir di gelaran kampanye tersebut.

Di Sumsel, Gubernur H Herman Deru merupakan pendukung Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf). Jadi sudah jelas, Deru takkan berbuat apa-apa untuk mengerahkan massa hadiri kampanye Prabowo-Sandi besok.

Beda lainnya, koalisi partai pendukung Prabowo-Sandi di tingkat Pusat sangat solid. Para ketua umum partai politik pendukung dengan tegas dan terang-terangan mempublikasi pernyataan mereka akan memutihkan Jakarta hari itu.

Beda dengan pengurus parpol pendukung di tingkat daerah Sumatera Selatan. Kalaupun para pengurus parpol koalisi bertekad mengumpulkan massa, apakah mereka mampu? Kampanye dilaksanakan di hari kerja. Tidak banyak orang rela meninggalkan pekerjaan hanya untuk menghadiri kampanye. Lain halnya jika panitia atau para pengurus parpol pendukung menyediakan dana dan transportasi bagi massa pendukung.

Juga di Jakarta, Kampanye Akbar Prabowo-Sandi digelar pada hari libur yaitu Minggu. Di hari itu, orang-orang memang santai sehingga tidak masalah bagi mereka untuk hadir. Massa datang berbondong-bondong sejak dini hari, karena memang pada malam itu mereka menikmati malam Minggu. Malam untuk bersantai. Dan di Minggu pagi, mereka memang libur dan  biasa mengisi waktu dengan jalan-jalan pagi.

Jangan lupa juga. Kekecewaan Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Jakarta dua hari lalu, tentu sangat mempengaruhi sebagian publik. SBY yang kecewa tidak saja menyebut kampanye Prabowo-Sandi sangat eksklusif. Ia juga menyebut Prabowo terlalu rapuh sehingga tak layak jadi pemimpin bangsa yang sedemikian besar.

Pernyataan SBY tersebut tentu saja membuat para kader dan simpatisan Partai Demokrat tak berpikir untuk hadir. Hitung saja berapa banyak kader dan simpatisan Partai Demokrat di Sumsel. Dan sudah dapat dipastikan, mereka takkan hadir.

Seperti diungkapkan SBY, Kampanye Akbar Prabowo-Sandi sangat kental dengan Politik Identitas. Sangat eksklusif.  Terkesan hanya para anggota perkumpulan ta'lim-ta'lim tertentu yang hadir. Jangankan merangkul semua umat beragama, Minggu itu terlihat hanya masyarakat Muslim tertentu yang dilibatkan. Panitia tidak mengundang seluruh majelis ta'lim yang ada di DKI Jakarta. Demikian juga dengan Kampanye PAS di Sumsel. Jamaah majelis-majelis ta'lim lainnya merasa tidak ada urusan dengan kampanye tersebut, karena memang tidak didekati oleh panitia.

DENGAN melihat faktor-faktor di atas. Hampir dapat dipastikan sepinya Kampanye Akbar PAS besok...takkan tercapai target 100 ribu massa hadir.  [*]

Komentar Pembaca
Gubernur Urungkan ke Luar Negeri ..

Gubernur Urungkan ke Luar Negeri ..

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019

Startup Harus Rebut Pasar Ekonomi Halal
Cuma Sebatang Pohon..Separo Jawa Gulita
Maskawin 50 Suku Emas

Maskawin 50 Suku Emas

SENIN, 01 JULI 2019

Marhaban ya Ramadhan..

Marhaban ya Ramadhan..

MINGGU, 05 MEI 2019

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

MINGGU, 21 APRIL 2019

Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00