Jokowi pun Memilih Hujan-hujanan....

Kedipan Mata Rosyida  SABTU, 06 APRIL 2019 , 14:03:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Jokowi pun Memilih Hujan-hujanan....

Jokowi lesehan nonton OVJ pada

CALON Presiden Incumbent Joko Widodo (Jokowi) memang pandai memanfaatkan moment. Ia mampu menunjukkan ketulusan dengan menempatkan diri berada sama dan sejajar serta menyatu dengan rakyatnya. Salah satunya saat kampanye Pilpres 2019, Kamis (4/4), di Kota Tegal, Jawa Tengah. Jokowi rela hujan-hujanan karena tak tega melihat hadirin diguyur hujan saat itu.
Mau tahu peristiwa apa yang membuat popularitas melejit di tahun 2012? Semua tentu masih ingat. Saat itu tanggal 16 Maret 2012, di mana Opera Van Java Road Show to di Kota Solo. Suasana malam itu begitu meriah dan dipadati penonton.

Di tengah meriahnya acara, sang Walikota Solo membuat seluruh hadirin dan pemirsa televisi di seluruh Tanah Air terkesiap. Jokowi memilih meninggalkan bangku VIP yang sudah dipersiapkan untuk dirinya.  Ia melompati pagar pembatas untuk duduk lesehan dan membaur dengan rakyatnya.

Sungguh! Peristiwa itu membuat banyak orang tak kuasa menahan airmata haru. Ada pula yang mengaku merinding. Sebagian penonton tak kuasa berkata apa-apa. Mereka tak menyangka ada pemimpin yang sedemikian rendah hati. Sebab di masa itu, kepala daerah identik dengan raja. Sampai ada istilah raja-raja kecil di daerah.

Jokowi menyuguhkan fenomena pemimpin yang mencintai rakyatnya. Bukannya mengeksklusifkan diri dengan duduk di kursi VIP, ia justru memilih berdesakan dengan para penonton lain yang merupakan warga Solo. Dia duduk dengan hanya beralaska koran bekas.

Para wartawan tak menyia-nyiakan peristiwa langka ini. Mereka pun mewawancarai Jokowi, yang dijawab enteng sang Walikota' Tadi spontan saja melompat pagar pembatas karena saya ingin bersama warga masyarakat duduk menonton OVJ."

 Jokowi mengaku meninggalkan bangku VIP karena tak enak ia duduk di tempat khusus sedangkan warga masyarakat duduk lesehan dengan alas koran.

"Nggak enak aja mas duduk di kursi padahal warga masyarakat menonton lesehan gitu," jawabnya polos.

 "Tadi saya pindah lompat pagar ke sisi utara supaya bisa merasakan semuanya. Tadi kan saya juga putar-putar biar bisa menyatu dengan masyarakat," paparnya.

Bintang utama OVJ ketika itu Sule begitu terkejut mengetahui ulah Jokowi. Ia mengungkapkan rasa bangganya karena Jokowi mau merakyat. Sule pun memuji, "Pak Walikota Solo memang sangat merakyat, karena mau duduk lesehan bersama warga."

Peristiwa itu seketika mengangkat popularitas Jokowi terjadi tidak hanya di Indonesia melainkan juga ke mancanegara. Para WNI di berbagai negara yang sempat menyaksikan kejadian itu via televisi menyatakan kekaguman mereka, serta kebanggaan terhadap Jokowi.

Kejadian mirip terulang pada 4 April 2019, hampir tujuh tahun  berselang. Jokowi mengejutkan semua orang dengan memilih hujan-hujanan saat kampanye terbuka di Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (4/4). Capres yang masih menjabat sebagai kepala negara punya alasan kenapa tidak menggunakan payung. Dia merasa tidak tega karena pendukungnya bertahan di bawah guyuran hujan.

"Gimana coba. Wong rakyat hujan-hujan sudah setengah jam lebih menunggu. Masa kita payungan? Yang benar saja lah," kata Jokowi pada wartawan.

Jokowi mengungkapkan punya rekor tidak pernah kehujanan selama 35 tahun terakhir. Sayangnya, rekor itu harus terpatahkan ketika berkampanye di Tegal. Saat anak-anak dia mengaku sering main hujan, tapi setelah dewasa tidak pernah lagi.

Aksi hujan-hujanan Jokowi tersebut mendapat apresiasi publik. Foto dan video banyak dibagikan di media sosial dan menuai pujian dengan menyebutkan suami Iriana itu benar-benar merakyat.

Tetapi tidak berapa lama, di media sosial ramai fakta ada jejak digital bahwa Jokowi juga sebelumnya penah hujan-hujanan, saat sudah menjabat presiden. Pada pertengahan April 2018, Jokowi didampingi istri Ibu Negara Iriana melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, Papua.

Di Kota Agats ibukota Asmat, Jokowi membonceng Iriana naik motor listrik. Di tengah perjalanan, hujan turun. Namun, Jokowi dan Iriana tetap boncengan naik motor menembus hujan tanpa payung, mereka hanya mengenakan helm.

Kini, dua kejadian tersebut ramai diperbincangkan netizen. Apalagi komparatifnya sudah ada, lewat foto template menggabungkan dua pemberitaan hujan-hujanan Jokowi di Tegal dan Asmat.

Dari dua peristiwa di atas, rasa kagum publik kepada Jokowi tentu saja bertambah. Rakyat menyatakan salut dan menyampaikan pujian. Yang mencibir dan menyebut itu pencitraan tentu tidak sedikit. Namun cibiran dan tudingan semacam itu tak mampu melemahkan gemuruh suara mengelu-elukan dan memjuji Jokowi. [*]

Komentar Pembaca
Marhaban ya Ramadhan..

Marhaban ya Ramadhan..

MINGGU, 05 MEI 2019

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

MINGGU, 21 APRIL 2019

NYOBLOS YUUK...

NYOBLOS YUUK...

RABU, 17 APRIL 2019

KAMPANYE PAMUNGKAS...

KAMPANYE PAMUNGKAS...

SABTU, 13 APRIL 2019

Prabowo Dikeroyok 3 Gubernur..

Prabowo Dikeroyok 3 Gubernur..

KAMIS, 11 APRIL 2019

Kampanye PAS Besok Pasti

Kampanye PAS Besok Pasti "Sepi"..

SENIN, 08 APRIL 2019

Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00