Gubernur dan Bulog Teken MoU Pengadaan Beras ASN Provinsi

PEMPROV SUMSEL  KAMIS, 04 APRIL 2019 , 21:29:00 WIB

Gubernur dan Bulog Teken MoU Pengadaan Beras ASN Provinsi
RMOLSumsel. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru melangsungkan penanda tanganan  memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman bersama dengan Badan Urusan Logistik ( Bulog) Divisi Regional Sumsel Babel berkenaan dengan penyaluran beras insentif untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.

Nota kesepahaman yang ditanda tangani  Gubernur Sumsel H. Herman Deru dengan Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel, M Yusuf Salahuddin tersebut berlangsung  di Griya Agung Palembang, Kamis (4/4).

Dalam sambutannya  usai penandatanganan MoU ini, Herman Deru menegaskan, ini merupakan salah satu bentuk nyata perhatian Pemerintah Provinsi Sumsel tehadap petani yang kerap kali dihadapkan dengan harga gabah dan beras yang tidak menguntungkan kalangan petani.

Karena itu Pemprov Sumsel melalui Bulog membeli beras produksi petani dengan harga yang wajar. Selanjutnya beras tersebut dibagikan pada ASN dilingkungan Pemprov secara cuma-cuma  sebagai insentif tambahan.

"Jangan sampai petani merasa digenjot produksinya, tapi kita tidak memperhatikan pemasaran hasilnya. Nah sekarang beras petani, kita  beli melalui Bulog. Selanjutnya beras itu, kita bagikan pada pegawai. Harapan kita petani senang ASN senang. Inilah sesuatu yang membanggakan bagi petani kita di Provinsi Sumsel,” ungkapnya.

Herman Deru meminta pihak Bulog membeli beras dari petani di Provinsi Sumsel. Tidak diperbolehkan membeli beras dari luar daerah.  Selain itu Bulog juga harus memperhatikan mutu beras sesuai dengan standar yang telah disepakati. Disamping  label kemasan beras untuk ASN ini juga harus mencantumkan  logo Pemprov. Sumsel, serta  tidak diperkenankan diperjual belikan di pasaran.

Saya tidak mau mutunya diluar standar. Kontrak kita berasnya premium. Quality control kita lakukan bersama,” tuturnya sembari menambahkan insentif beras dari Gubernur ini tidak memotong uang Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) ASN yang selama ini sudah ada, karena murni insentif atau bonus  yang diberikan oleh Gubernur sebagai apresiasi kepada ASN dan perhatian khusus kepada petani.

Dia melanjutkan setelah terobosan ini berjalan dengan sukses, dirinya sebagai Gubernur mengintruksikan Kepala OPD terkait membuat edaran ke 17 Bupati/Walikota  di Provinsi Sumsel, terutama daerah penghasil beras untuk melihat ketersedian stok beras yang ada di daerah masing-masing.

Saya minta disini, kita juga harus bersepakat untuk disiplin, disiplin distribusi artinya Bulog juga harus siap ada cadangan  jangan sampai terseok-seok dalam hal waktu distribusi kepada ASN dan honorer,” pungkasnya.

Sementara Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel, M Yusuf Salahuddin menambahkan, mengenai beras yang akan didistribusikan tinggal menunggu persiapan kelengkapan administrasinya saja. Untuk beras yang akan didistribusikan adalah beras yang berkualitas premium.

Bagi PNS Provinsi yang ada di daerah, berasnya akan kita dikirimkan pada OPD  penempatannya ada di kabupaten/kota. Pengirimannya juga tepat waktu. Stok beras di wilayah provinsi Sumsel dan Babel mencukupi waktu tujuh bulan kedepan. In Syaa Allah tujuh bulan kedepan kita terus melakukan serapan dengan melihat potensi yang saat ini sedang berjalan,” tandasnya.

Untuk diketahui segera di realisasikan beras insentif bagi ASN, Gubernur akan menerbitkat Surat Keputusan (SK) Gubernur yang telah direvisi  tentang rincian Pemberian Penambahan Penghasilan kepada PNS/CPNS di lingkungan Pemprov Sumsel dengan rincian sebagai berikut:

PNS Suami dan Istri bekerja di lingkungan Pemprov Sumsel sebesar 20 kg x 11.000,- = Rp 220.000,-. Sedangkan bagi PNS  suami/istri/ janda/duda pun yang bekerja di lingkungan pemprov. Sumsel sebesar 20 kg x 11.000,-  = 220.000,-. Sementara PNS belum menikah dilingkungan Pemprov. Sumsel sebesar 10 kg x 11.000,-  = 110.000,-. serta honorer sebesar 5 kg × 11.000,- = Rp 55.000. [yip]

















Komentar Pembaca