Geram, Satgas ANtimafia Bola Ultimatum Jokdri

Hukum  SABTU, 23 MARET 2019 , 08:34:00 WIB

Geram, Satgas ANtimafia Bola Ultimatum Jokdri

Brigjen Dedi Prasetyo / NET

RMOLSumsel. Satgas Antimafia Bola mulai keras terhadap para tersangka, salah satunya Plt Ketua Umum Joko Driyono. Jokdri yang berstatus tersangka kasus perusakan barang bukti dianggap tidak menghormati proses hukum karena enggan hadir dalam pemeriksaan Kamis (21/3) di Polda Metro Jaya.

Seperti yang dikatakan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Dia mengatakan permintaan untuk diperiksa Jumat sebenarnya bukan dari pihak Satgas Antimafia Bola. Itu dari pihak Jokdri yang sebelumnya meminta pengunduran jadwal ketika diperiksa pada Senin (18/3).

’’Kami justru minta Senin minggu depan (25/3), pihaknya minta sekarang (Kamis, red). tapi nyatanya tidak datang,’’ tegasnya.

Ini sangat mengecewakannya. Padahal, penyidik sudah mempersiapkan semuanya untuk melakukan pemeriksaan. Menunda beberapa penyidikan untuk kasus lain karena bakal memeriksa Jokdri.

Satgas Antimafia Bola pun tidak tinggal diam dengan sikap Jokdri. Ultimatum diberikan. Dedi menegaskan tidak akan segan untuk menjemput paksa mantan Manajer Pelita Jaya Krakatau Steel itu jika Senin depan tidak juga datang. ’’Kalau mangkir lagi itu risikonya,’’ ujarnya.

Selain memberi ultimatum kepada Jokdri, Satgas Antimafia Bola sudah menyelesaikan dua pemeriksaan terhadap dua tersangka. Yang pertama adalah tersangka Vigit Waluyo. Dia menuturkan pemeriksaan yang dilakukan di Lapas Sidoarjo itu sudah selesai dilakukan Kamis (21/3).

Saat ini, penyidik masuk mencocokkan hasil pemeriksaan dengan sejumlah keterangan dari para saksi lainnya. ”Nanti tunggu hasilnya,” jelas mantan Wakapolda Kalimantan Tengah tersebut.

Pemeriksaan kedua adalah kepada tersangka kasus suap pertandingan PSS Sleman melawan Madura FC, yakni Hidayat. Mantan Anggota Exco PSSI yang sedang dirawat intensif di salah satu rumah sakit di Surabaya itu juga sudah selesai diperiksa. Meskipun, pemeriksaan belum lengkap.

Dedi menjelaskan ketika diperiksa, kondisi kesehatan Hidayat sangat tidak bagus. Tersangka diperiksa didampingi kuasa hukumnya. Sayang, baru 15 menit diperiksa, kondisi kesehatan Hidayat tiba-tiba menurun. ’’Saat dicek suster, memang kesehatannya drop, tensinya meningkat,’’ paparnya.

Kondisi itu membuat penyidik tidak bisa meneruskan pemeriksaan. Dia mengatakan, penyidik menunda pemeriksaan hingga kondisi kesehatan Hidayat stabil. ”Ya, tidak bisa dilanjutkan, kan sakit,” papar jenderal berbintang satu tersebut.

Sementara itu, Kuasa Hukum Jokdri yaitu Andru Bimaseta tidak mau berkomentar terkait Jokdri yang mangkir dalam pemeriksaan Kamis.

Dia juga tidak mau menjawab alasan apa sampai kliennya tidak bisa datang. ’’Mohon maaf saya belum bisa memberikan tanggapan. Maaf sekali,’’ ujarnya. [irm]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00