Herman Deru Ajak Keluarga Besar Pujakesuma, Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal

Sosial  KAMIS, 21 MARET 2019 , 08:48:00 WIB | LAPORAN: YOSEP INDRA PRAJA

Herman Deru Ajak Keluarga Besar Pujakesuma, Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal
RMOLSumsel. Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru bersama dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X menghadiri Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk yang diselenggarkan oleh Paguyuban Keluarga Jawa Sumatera (Pujakesuma) di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Tanjung  Lago Kabupaten Banyuasin, Rabu (20/3) malam.

Dalam sambutannya Gubernur H Herman Deru menegaskan, wayang kulit merupakan salah satu  kesenian asli Indonesia yang wajib dilestarikan dan dipertahankan sebagai budaya kearifan lokal. Selain itu kesenian warisan para leluhur dari pulau jawa tersebut juga merupakan ajang silaturahmi bagi masyarakat keturunan jawa yang ada diperantuan khususnya yang ada dipulau Sumatera yang hampir merata masyarakat adalah suku jawa.

"Kita malam ini menggelar wayang kulit. Begitu juga Sri Sultan Hamengkubuwono X, walaupun datang dari jauh tapi hati kita tetap tersambung. Kita sangat menghormati beliau sebagai Raja Jawa dan kita bangga beliau hadir ditempat kita. Kita ucapkan selamat datang pada Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta Istri," tegas Herman Deru.

Lebih lanjut Herman Deru mengajak masyarakat Tanjung Lago dan sekitarnya untuk berdoa kepada Allah SWT. Supaya apa yang diinginkan masyarakat dapat terwujud dan khususnya bagi Sumsel kedepannya dapat lebih maju lagi.

"Kegembiraan kita malam ini harus kita pertahankan, dan mudah-mudahan pertemuan ini dapat mempererat  silaturahmi diantara kita sehingga  tidak terpisahkan," tambahnya.

Gubernur dikesempatan mengajak agar kearifan lokal sebagai warisan budaya leluhur harus tetap dijaga  sebagai benteng, jangan sampai tergerus zaman akibat dari derasnya masuk budaya asing.

"Wayangan Ini tidak lain  untuk menajaga kearifan lokal. Selain itu wayangan ini juga untuk memberi pengetahuan khususnya kepada anak-anak kita, agar budaya asli Indonesia ini tidak hilang ditelan derasnya budaya global," katanya.

Dilain pihak  Bupati Kabupaten Banyuasin Askolani mengaku kebanggan tersendiri bagi warga Banyuasin atas hadirnya Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Sri Sultan beserta istri di tengah masyarakat Banyuasin.

"Malam hari ini, sungguh kehromatan dan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Banyuasin karena kedatangan Raja dari Daerah Istimewa Jogyakarta beserta istri.  Harapan kami kahadiran beliau membawa berkah bagi Kabupaten Banyuasin," katanya sembari menyampaikan secara sekilas kondisi geografis Kabupaten Banyusian yangnmerupakan pemekaran dari Kabupaten MUBA yang berusia 17 tahun, memiliki beragam suku, budaya dan agama.

Sementara itu  Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan, dirinyq sengaja datang ke Banyuasin Sumatera Selatan untuk menyapa masyarakat dalam acara pagelaran wayang kulit.

"Kebetulan saya sudah ada dari pagi tadi di Sumatera Selatan ini. Untuk menghadiri berbagai acara di Palembang. Kami sengaja datang malam ini ingin menyaksikan pagelaran wayang kulit bersama masyarakat sini," ucap Sultan.

Dia meminta, pertunjukan wayang ini agar membawa hubungan yang baik selain itu dapat membawa pemahanan, pesan, sehingga membuat damai dan rukun bagi masyarakat sekitar.

"Saya minta pagelaran wayang kulit ini membawa manfaat yang baik. Mari kita saksikan pageleran wayang kulit. Semoga masyarakat rukun dan daerah ini bisa lebih  maju," tandasnya. [yip]

Komentar Pembaca
Jika KPU Tak Netral, People Power Bisa Terwujud
Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

SENIN, 22 APRIL 2019 , 15:00:00

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00