Karet Sumsel Lebih Banyak Dibeli Daerah Lain

Ekonomi  RABU, 20 MARET 2019 , 15:55:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Karet Sumsel Lebih Banyak Dibeli Daerah Lain

net

RMOLSumsel. Tata niaga karet Sumatera Selatan (Sumsel) lebih panjang dibanding Provinsi lain. Hal itu dapat terlihat dari, minat hasil perkebunan ini, lebih banyak ke daerah-daerah tetangga seperti Jambi dan Lampung.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemasaran dan Pengolahan Hasil Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian kepada RMOL Sumsel.

"Produksi karet petani kita banyak dibeli pabrik dari provinsi tetangga, itu dikarenakan pabrik di Sumsel tidak pernah turun langsung untuk membeli dari petani," ungkapnya.

Rudi menjelaskan banyaknya pembeli karet Sumsel asal Jambi terlihat dari daftar pemenang lelang unit pengolahan dan pemasaran bahan olah karet (UPPB) yang menjadi wadah bagi para petani untuk menawarkan hasil panennya secara berkelompok dengan sistem lelang maupun kemitraan.

Dia memaparkan tonase yang ditawarkan dalam lelang UPPB lebih besar ketimbang dijual secara per individu atau sebagian kelompok saja.

"Dengan tonase besar ini tentu menarik provinsi lain ikut menawar. Jambi yang datang langsung dari pabriknya, kenyataannya yang selalu menang lelang kan dari Jambi," katanya.

Dinas Perkebunan mencatat produksi UPPB bisa mencapai 63.057 ton karet per tahun. Sementara jumlah UPPB saat ini sebanyak 177 unit yang tersebar di 14 sentra atau penghasil karet di Sumsel.

"UPPB dibentuk agar petani dapat bersatu, menjual dengan prinsip satu kecamatan, satu hari lelang dan satu mutu sehingga menghasilkan tonase yang banyak," katanya.

Sebelum ada UPPB, dia menjelaskan, lelang karet tidak seragam  di mana dalam satu desa bisa ada empat kelompok yang melakukan lelang di hari berbeda. Sehingga posisi tawar petani selaku produsen masih lebih rendah ketimbang pembeli.

"Jadi kondisi itu seperti arisan bagi pembeli, hari Senin pabrik A yang menang, hari Selasa pabrik B yang menang," ujarnya.[sri]



Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar
Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00

Wabup OKU Jadi Orang Pertama Daftar Bacabup

Wabup OKU Jadi Orang Pertama Daftar Bacabup

Daerah11 September 2019 13:36

Sepele, Pria Ini Duel Maut dengan Paman dan Tewas
Marjito-Yudi-Yoni Pimpin DPRD OKU

Marjito-Yudi-Yoni Pimpin DPRD OKU

Daerah11 September 2019 15:33

Pulang Kampung, Ketua KPK Ziarah ke Makam Orangtuanya
2 Oknum Polisi Bisnis Shabu

2 Oknum Polisi Bisnis Shabu

Kriminal12 September 2019 18:33

Hari Ini Sriwijaya FC Bertekad Wajib Menang...

Hari Ini Sriwijaya FC Bertekad Wajib Menang...

Sriwijaya FC16 September 2019 11:30

Siang Ini DPR Bentuk Pansus Pemindahan Ibukota
Tak Ada Perkebunan Terbakar di Riau..

Tak Ada Perkebunan Terbakar di Riau..

Investigasi16 September 2019 10:52

Masih Kerja, Ketua KPK Lantik Sekjen-Direktur

Masih Kerja, Ketua KPK Lantik Sekjen-Direktur

Politik16 September 2019 10:29

Atlet Lampung Ikuti Kejuaraan Bulutangkis di Rusia