Di Madura, Kiai Ma'ruf Sebut Pendakwah Al-Makiyun

Ragam  SELASA, 19 MARET 2019 , 15:11:00 WIB

Di Madura, Kiai Ma'ruf Sebut Pendakwah Al-Makiyun
RMOLSumsel. Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma'ruf Amin menyentil, saat ini banyak ulama atau kiai dadakan yang cenderung merusak tatanan Islam. Mereka tiba-tiba muncul tanpa melalui pendidikan hingga lulus dari pondok pesantren.

"Sekarang ini banyak yang enggak mondok, tetapi jadi ulama. Jadi ada memang orang ulama, ada yang diulamakan," kata Kiai Ma'ruf dalam acara Ngaji Bareng dan Ijazah Shahih Bukhari di Pesantren Annuqayah Guluk-guluk, Sumenep, Jawa Timur, Selasa (19/3).

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan, ada orang yang tiba-tiba menyandang sebutan kiai hanya karena berita. Bahkan, ada juga yang digelari kiai karena jadi politikus.

Mungkin jadi capres dan cawapres, jadi (disebut) kiai. Itu namanya dikiaikan," ujar ketua umum nonaktif di Majelis Ulama Indonesia itu seperti dikutip dari JPNN.

Mantan rais am PBNU itu menegaskan, menjadi ulama atau kiai tidak bisa melalui proses yang instan. Sebab, harus ada proses panjang pembelajaran di pondok pesantren.

Kiai Ma’ruf menambahkan, ulama atau kiai dadakan merusak Islam karena semaunya menafsirkan ayat suci. Bahkan, cicit Syekh Nawawi al-Bantani itu menyodorkan tamsil dengan menyebut ulama dadakan memberikan tafsir ‘jalan lain’ ketimbang mengacu kitab Jalalain karya mufasir kondang Jalaluddin al-Mahalli.

Akibatnya, penafsiran ulama dadakan justru menyesatkan. "Itu dakwah yang tidak sesuai ahlussunnah wal jamaah," kata dia.

Kiai Ma’ruf juga menyinggung tentang dai yang berdakwah dengan maki-maki. Ulama kelahiran 11 Maret 1943 itu menyebut pendakwah yang gemar mengumbar caci maki dengan istilah al-makiyun atau ahli maki-maki.

Karena itu Kiai Ma’ruf mengimbau para orang tua untuk mengirimkan anak-anak mereka yang pintar untuk belajar di pesantren. Santri itu tidak boleh kecil hati, pesimistis karena bisa jadi apa saja," ujarnya di acara yang dihadiri pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk KH Abdul A'la dan putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Yenny Wahid.[ida]

Komentar Pembaca
Jika KPU Tak Netral, People Power Bisa Terwujud
Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

SENIN, 22 APRIL 2019 , 15:00:00

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00