Ingin Merasa Lebih Bahagia, Yuk Bangun Pagi

Lifestyle  SABTU, 16 MARET 2019 , 12:15:00 WIB

Ingin Merasa Lebih Bahagia, Yuk Bangun Pagi

ILUSTRASI

RMOLSumsel. Sebuah studi baru menemukan bahwa orang yang suka begadang memiliki peningkatan risiko penyakit mental dan kurang bahagia daripada orang yang suka bangun pagi.

Sebuah studi baru telah menemukan bahwa orang yang suka bangun pagi memiliki gen yang mampu menurunkan risiko skizofrenia dan depresi dan pada saat yang bersamaan, meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

"Individu yang cenderung lebih bahagia adalah individu yang suka bangun pagi," kata Jacqueline Lane, seorang instruktur kedokteran di Rumah Sakit Umum Massachusetts dan penulis studi yang dipublikasikan di Nature Communication, seperti dilansir laman Today.

Lane dan rekan-rekannya melihat data dari 250 ribu orang di AS yang menggunakan 23andMe dan 450 ribu orang yang terdaftar dalam studi Biobank Inggris.

Semua orang melaporkan apakah mereka orang yang suka bangun pagi atau orang yang suka begadang dan kemudian para peneliti meneliti genom mereka.

Para peneliti melihat apakah ada hubungan antara gen, preferensi pagi atau malam hari dan kesehatan secara keseluruhan.

Penelitian ini menemukan hubungan antara burung hantu malam (orang yang suka begadang) dan penyakit mental.

"Ada hubungan antara preferensi orang yang suka begadang, risiko skizofrenia dan depresi yang lebih tinggi," jelas Lane.

Mereka yang suka begadang juga ditemukan memiliki kesejahteraan yang kurang subyektif, yang berarti mereka kurang bahagia secara keseluruhan.

Namun Lane mengatakan bahwa sekadar menjadi burung hantu malam (istilah bagi Anda yang suka begadang) tidak berarti seseorang akan mengalami depresi, skizofrenia atau ketidakbahagiaan.

Sementara penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa mereka yang suka begadang memiliki risiko obesitas dan diabetes yang meningkat, para peneliti terkejut menemukan bahwa tidak ada gen yang bertanggung jawab atas hal ini.

"Kami tidak melihatnya pada tingkat genetik. Ini lebih tentang lingkungan, dengan gaya hidup yang tidak selaras dengan jam internal seseorang," tambah Lane.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Chronobiology International pada tahun lalu menunjukkan bahwa setelah mempertimbangkan masalah kesehatan lainnya, mereka yang suka begadang adalah sekitar 10 persen lebih mungkin meninggal dalam periode enam setengah tahun daripada mereka yang suka bangun pagi.

Para peneliti mencurigai hal itu terjadi karena mereka yang suka begadang harus memaksa diri untuk hidup di dunia yang lebih awal dan bahwa stres bisa membuat tubuh bekerja dengan tidak semestinya. [irm]



Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00