Cukup ! K2 Jangan Terjebak PHP Berkali-kali

Ragam  KAMIS, 14 MARET 2019 , 10:13:00 WIB

Cukup ! K2 Jangan Terjebak PHP Berkali-kali

ILUSTRASI

RMOLSumsel. Ketua Umum Pro Prabowo-Sandi (PROPAS) K2 Indonesia Bhimma mengeluarkan seruan terkait beredarnya agenda silaturahmi nasional (Silatnas) yang bakal digelar 16 Maret di Gelora Bung Karno (GBK).

Dia mengimbau kepada seluruh barisan K2 Indonesia supaya tetap fokus menjalankan aktivitas di daerah masing-masing. Tidak terpancing dengan isu-isu yang bisa menghilangkan akal sehat semuanya. Apalagi ada penarikan iuran yang cukup besar bagi honorer K2.

Awalnya besaran iuran Rp 300 ribu sampai Rp 700 ribu. Belakangan diturunkan menjadi Rp 100 ribu per orang.

"Bisa dibayangkan kalau Rp 100.000 x 10.000 orang sudah Rp 1 miliar. Uang Rp 100 ribu buat K2 Indonesia sangat berharga untuk menafkahi anak dan keluarga beberapa hari," kata Bhimma.

Dia menegaskan, cukup sudah K2 Indonesia di PHP (pemberi harapan palsu) di rezim ini. Jangan sampai terjebak di PHP berkali-kali lagi. Ingat sejarah pergerakan dan proses K2 Indonesia sampai saat ini sudah melampaui batas kewajaran akal sehat. Semua cara usaha, upaya dan ikhtiar telah dilakukan.

Strategi perjuangan melalui audiensi, demonstrasi baik jalur eksekutif, legislatif dan yudikatif sudah bosan dilakukan. "Hanya orang dungu yang menelantarkan rakyatnya sendiri (K2 Indonesia) tidur di aspal depan Istana 30-31 Oktober 2018. Sudah cukup K2 Indonesia dizalimi sampai akhir 2018," ujarnya.

Bhimma yang guru honorer sekaligus merangkap operator sekolah ini melanjutkan, 2019 adalah tahun politik. Dia mengajak seluruh K2 Indonesia menggunakan hak politik masing-masing untuk memilih Capres yang betul-betul mencintai rakyatnya termasuk K2 Indonesia.

"Tetap rapatkan barisan K2 Indonesia demi memenangkan Prabowo-Sandi," tandasnya. [irm]

Komentar Pembaca
Persiapan Reuni Akbar 212

Persiapan Reuni Akbar 212

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 18:27:00

Diskusi Tolak Ahok

Diskusi Tolak Ahok

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 14:16:00

Anie Baswedan dan Wartawan

Anie Baswedan dan Wartawan

JUM'AT, 22 NOVEMBER 2019 , 20:59:00