5 Pekan ke Pemungutan Suara, Elektabilitas Jokowi Tergerus

Politik  MINGGU, 10 MARET 2019 , 08:59:00 WIB

5 Pekan ke Pemungutan Suara, Elektabilitas Jokowi Tergerus
RMOLSumsel. Tinggal 5 pekan lagi, Pemungutan Suara Pemilu Serentak 2019 bakal dilaksanakan. Bersamaan dengan itu, Calon Presiden (Capres)Nomor Urut  01 Joko Widodo (Jokowi) merasakan elektabilitasnya tergerus tajam oleh gencarnya hoaks.

Sehubungan itu, Jokowi mengajak para pendukungnya terus melawan hoaks dan fitnah yang menyasarnya. Kandidat petahana mengatakan, masih banyak rakyat yang percaya hoaks ataupun fitnah yang menderanya.

Jokowi mengatakan, merujuk sebuah survei ada 9 juta rakyat yang masih percaya hoaks dan fitnah yang menyasar Presiden Ketujuh RI itu. Bahkan, mantan gubernur DKI itu mengungkap tentang elektabilitasnya di sebuah provinsi yang anjlok hingga 8 persen gara-gara hoaks.

Karena itu seiring kian dekatnya Pilpres 2019 pada 17 April mendatang, Jokowi mengajak pendukungnya getol menangkal hoaks. Tinggal 40 hari lagi, jangan takut untuk melawannya berita yang tidak benar dan jawab dengan fakta," ujar Jokowi saat menghadiri deklarasi dukungan Alumni Sriwijaya Bersatu di PSCC Palembang, Sumatera Selatan seperti diberitakan JPNN, Minggu (10/3).

Mantan Walikota Surakarta itu lantas mencontohkan berbagai hoaks yang menderanya. Antara lain isu kriminalisasi.

Jokowi menegaskan, siapa pun yang bersalah harus dihukum tanpa melihat profesi ataupun latar belakangnya. Adapun kriminalisasi, katanya, adalah menghukum orang yang tak bersalah.

Karena itu Jokowi menegaskan, jika memang ada kriminalisasi maka dia akan mengurusnya. "Ngomong ke saya dan saya akan urus," tegasnya.

Hanya saja Jokowi enggan menyebut nama provinsi tempat elektabilitasnya tergerus hingga 8 persen. Dia justru meminta para pendukungnya tetap militan.

"Ini sangat penting. Sampaikan fakta secara keseluruhan," pintanya. [ida]

Komentar Pembaca