Sudahlah Dijauhi..Dijuluki Mak Lampir Pula

Kedipan Mata Rosyida  RABU, 06 MARET 2019 , 23:59:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Sudahlah Dijauhi..Dijuluki Mak Lampir Pula
BEBERAPA jam lalu digelar sidang kedua terdakwa penyebar kebohongan atau hoaks Ratna Sarumpaet. Sidang pagi ini, Rabu (6/3), beragendakan pembacaan eksepsi atau nota keberatan dari pihak terdakwa terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum ( JPU).
Rabu pekan lalu, Ratna menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari JPU. Jaksa menguraikan secara rinci bagaimana kebohongan yang dibuat Ratna sampai tersebar luas. Padahal Ratna samasekali tidak mengalami aksi kekerasan melainkan menjalani operasi engencangkan kulit wajah di Rumah Sakit Khusus Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Ratna Sarumpaet didakwa dengan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Yang lebih menyedihkan, Ratna sudah tidak dipandang publik dengan hormat lagi kini. Masyarakat umum memandangnya sebagai pembohong besar yang membahayakan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Tidak ada lagi nama besar Ratna sebagai aktris drama. Tidak ada lagi orang mengingat beberapa kali Ratna dulu memperjuangkan idealismenya, untuk kebaikan negeri ini.

Sampai-sampai Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak mengabulkan pengalihan penahanan Ratna dari tahanan kejaksaan menjadi tahanan rumah.

Berita lebih buruk lagi, Ratna terancam pidana berat jika terbukti bersalah nanti. Ratna sendiri sudah mengakui kebohongannya seperti yang didakwakan. Namun berbagai pihak menilai, pengakuan Ratna guna menutupi otak kebohongan tersebut.

Ratna menjadi salah satu contoh dukungan membabi buta atau fanatik kepada salah satu pasangan capres-cawapres di Pemilu Presiden 2019. Lebih buruk lagi! Fanatisme itu diperkuat dengan antipati atau sinis terhadap pemerintah. Dua sifat ini sangat merugikan bahkan berbahaya jika biarkan dalam diri setiap insan.

Fanatik terhadap seseorang atau kelompok membuat orang tertutup mata hati dan pikirannya. Ia tidak mampu melihat kekurangan bahkan kesalahan orang yang kepadanya dia fanatik. Dalam kasus Ratna, dia tahu persis bahwa berbohong itu salah baik dari sudut agama maupun dari sisi hukum formal.

Sebaliknya, sinisme Ratna terhadap Capres incumbent Joko Widodo (Jokowi) juga telah membutakan mata hati dan pikiran. Akibatnya ia tidak mampu menilai apalagi menghargai prestasi-prestasi dan kesuksesan orang yang dia sinisi itu. Yang ada hanyalah sikap benci dan mual kepada orang yang sedang berkuasa.

KITA prihatin melihat Ratna Sarumpaet tengah ditimpa pengalaman buruk 3 hari lalu. Mari kita jadikan kasus Ratna ini momentum  untuk tidak terlalu fanatik terhadap capres yang tidak kita dukung. Di saat yang sama, kita harus membuang jauh-jauh sikap sinis.

Sudah jelas, apa yang didapat Ratna dari ulahnya itu? Pintu penjara siap dibuka untuk menjebloskan Ratna ke dalamnya. Lalu bagaimana dengan pasangan capres dan cawapres yang dia dukung? Bukankah dukungan pada mereka yang membuat Ratna berbohong? Mereka telah lama menjauhkan diri dari Ratna. Jangankan menolong, sepertinya mendengar nama Ratna saja mereka jijik. Buktinya, ada petinggi di BPN Prabowo-Sandi tega menyebut Ratna 'Mak Lampir'. Astaghfirullah... [*]



Komentar Pembaca
Marhaban ya Ramadhan..

Marhaban ya Ramadhan..

MINGGU, 05 MEI 2019

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

Biarlah Mereka Ribut Sendiri..

MINGGU, 21 APRIL 2019

NYOBLOS YUUK...

NYOBLOS YUUK...

RABU, 17 APRIL 2019

KAMPANYE PAMUNGKAS...

KAMPANYE PAMUNGKAS...

SABTU, 13 APRIL 2019

Prabowo Dikeroyok 3 Gubernur..

Prabowo Dikeroyok 3 Gubernur..

KAMIS, 11 APRIL 2019

Kampanye PAS Besok Pasti

Kampanye PAS Besok Pasti "Sepi"..

SENIN, 08 APRIL 2019

Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00