Payo Naek LRT..

Kedipan Mata Rosyida  SENIN, 04 MARET 2019 , 23:59:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Payo Naek LRT..
LIGHT Rail Transit (LRT) Palembang merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel). Kehadiran moda transportasi LRT menjadi bukti sukses pembangunan infrastruktur di provinsi ini. Dan, menjadi simbol kota modern bagi Ibukota Provinsi Sumsel, Palembang.

Yang jadi masalah sekarang, kebanggaan akan LRT belum membuat warga Palembang menjadikannya bagian gaya hidup mereka. Masyarakat masih memilih menggunakan kendaraan pribadi, atau naik angkutan kota (angkot).

Padahal menggunakan kendaraan pribadi lebih repot. Sudahlah kemacetan terjadi di mana-mana,  cari tempat parkir juga bukan perkara gampang. Dari segi biaya tentu saja jauh lebih boros.  dan lebih boros biaya.  Naik angkot juga tidak praktis dan ongkosnya lebih mahal. Jangankan ada kata nyaman, keamanan juga rawan. Di antaranya rawan copet, dan rawan kecelakaan lalu lintas.

LRT merupakan jawab dari semua persoalan tersebut. LRT solusi bagi semua masalah lalu lintas dan transportasi di Kota Palembang. Angkutan massal ini cepat, murah, aman, nyaman, modern, dan bermartabat.  Orang sudah bisa memperkirakan waktu perjalanan mereka dari rumah ke tempat tujuan, jika menggunakan LRT sebab tidak ada kemacetan lalu lintas.

Dengan 13 terminal tersebar di berbagai wilaya Kota Palembang, LRT memungkinkan masyarakat bepergian ke banyak tujuan. Apalagi kini LRT sudah terkoneksi dengan moda transportasi Bus TransMusi dan Damri.

Lebih dari itu, naik LRT menyehatkan. Sebab moda transportasi ini menjadikan penggunanya terbiasa olahraga jalan kaki dan naik tangga menuju platform terminal.

Mengapa kebanyakan warga Palembang masih enggan naik LRT? Pertama-tama tentu karena mereka 'belum kenal'.  Masyarakat belum "well informed" tentang segala sesuatunya mengenai LRT ini. Karena tak kenal itulah, masyarakat belum tertarik. Istilahnya, tak kenal maka tak sayang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sadar betul bahwa untuk menjadikan LRT gaya hidup masyarakat Palembang bukan pekerjaan gampang. Usaha ini butuh waktu panjang, kerjasama semua pihak, serta sosialisasi intensif menggunakan berbagai acara dan media.

Hari ini, Senin (4/3), Menhub membuka Sosialisasi "Payo Naek LRT" di Stasiun LRT Bumi Sriwijaya Palembang. Menurutnya paling tidak butuh 10 tahun untuk memasyarakatkan LRT Palembang ini. Ia bercermin pada pengalaman Singapura, yang butuh waktu 10-25 tahun untuk itu.

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan waktu dekat menerbitkan peraturan daerah yang mewajibkan PNS menggunakan angkutan umum. Dengan perda itu, para PNS dalam satu bulan harus ada naik transportasi umum. Dengan demikian,  tidak ada lagi parkir kendaraan di kantor pemerintah.

KITA menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Pusat dan Daerah, untuk memasyarakatkan LRT. Sebab tujuannya sangat baik, terutama menghindarkan Palembang dari kemacetan total yang pada 2015 diramalkan terjadi mulai 2019. Hendaknya semua lapisan masyarakat mendukung kebijakan pemerintah ini. Sebab kemacetan lalu lintas berarti kerugian besar. [*]

Komentar Pembaca
Bye 2019.. Welcome 2020

Bye 2019.. Welcome 2020

SELASA, 31 DESEMBER 2019

Majelis Taklim Rajin Daftar ke TV

Majelis Taklim Rajin Daftar ke TV

MINGGU, 29 DESEMBER 2019

Deru Turun Tangan.. Pilkada OKUT Selesai
Kandidat Ambisius, Pilkada Jadi Super Mahal..
Stop Manjakan Direksi BPJS..

Stop Manjakan Direksi BPJS..

SENIN, 28 OKTOBER 2019

Alhamdulillah..Aman, Khidmat, dan Elegan
Persiapan Reuni Akbar 212

Persiapan Reuni Akbar 212

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 18:27:00

Diskusi Tolak Ahok

Diskusi Tolak Ahok

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 14:16:00

Anie Baswedan dan Wartawan

Anie Baswedan dan Wartawan

JUM'AT, 22 NOVEMBER 2019 , 20:59:00