Memasyarakatkan LRT Butuh Kerjasama yang Solid

Kedipan Mata Rosyida  KAMIS, 28 FEBRUARI 2019 , 16:10:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Memasyarakatkan LRT Butuh Kerjasama yang Solid
SEJAK penyelenggaraan Asian Games 2018 usai,  Light Rail Transit (LRT/Lintas Rel Terpadu) Palembang resmi menjadi angkutan umum. LRT dengan panjang rel 24,5 kilometer dan 13 halte ini merupakan sarana transportasi umum  yang murah, cepat, massal, nyaman, aman, dan modern.

Logikanya layanan LRT untuk umum ini disambut masyarakat dengan sukacita. Sebab moda transportasi ini sangat aman, murah, nyaman, dan menebalkan kebanggaan jadi Wong Palembang. Orang Palembang mestinya bangga akan LRT. Dari 34 Provinsi di Indonesia, Sumatera Selatan merupakan satu-satunya yang sudah memiliki LRT--DKI Jakarta saja baru menyusul. LRT berkah sekligus pride (kebanggaan) masyarakat Sumatera Selatan.

Sayangnya sejak dioperasikan sebagai angkutan umum, LRT sepi penumpang. Tidak banyak masyarakat Palembang yang mau menggunakan moda transportasi, yang memanusiakan manusia ini. Apalagi LRT sudah terintegrasi dengan moda transportasi lainnya, sehingga memudahkan para penumpang ke berbagai tujuan.

IRONIS! LRT Palembang yang megah dan berkelas ini sekarang dianggap sebagai masalah, bukan solusi. Penyebabnya itu tadi, penumpang sepi. Biaya operasional tidak tertutupi. Banyak orang menyalahkan pemerintah karena pembangunan ini. Aneh dan lucu sekali bukan?

Sepinya penumpang LRT bukan karena masyarakat Sumatera Selatan, khusunya Palembang, tidak suka naik LRT? Masyarakat suka naik LRT. Buktinya, mereka berebut-rebut tempat saat ujicoba di bulan Juli 2018. Begitu turun dari LRT, mereka menyatakan kekaguman, kepuasan, dan kegembiraan. Lantas mengapa sekarang tak suka naik LRT?

KURANG Sosialisasi. Itulah faktor utama sepinya penumpang LRT. Untuk membuat masyarakat berduyun-duyun naik LRT, semua pihak harus menyamakan persepsi dulu. Bahwa LRT Palembang adalah asset luar biasa. Solusi bagi kemacetan lalu lintas. Semua pihak harus bekerjasama untuk memajukan transportasi massal ini.

Yang pertama mesti dilakukan adalah menggencarkan sosialisasi. Siarkan di di berbagai radio, televisi, semua media sosial tentang bagaimana mudah, murah, nyaman, praktis, dan bergengsinya naik LRT Palembang.

Pasang poster, banner, baliho, dan stiker imbauan, ajakan, dan motivasi masyarakat untuk naik LRT. Pasang di banyak tempat. Pun di kendaraan. Agar masyarakat dapat dengan mudah membacanya.

Gunakan sarana iklan berupa videotron di berbagai wilayah di Kota Palembang, untuk memperlihatkan betapa nyaman dan gembiranya naik LRT. Biro iklan pemilik videotron hendaknya memberikan tarif sosialisasi untuk ini, bukan tarif komersial.

Buat berbagai program yang menggalakkan masyarakat naik LRT. Misalnya setiap hari Jumat, para ASN Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel wajib naik LRT pergi dan pulang kantor. Pada hari Senin para guru di berbagai sekolah wajib naik LRT.

Sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta diberi jadwal agar di hari-hari tertentu mengharuskan para siswa naik LRT. Gilirkan setiap hari. Demikian juga dengan perguruan tinggi.

Buat pula aneka kegiatan gembira naik LRT. Lengkap dengan hiburan dan doorprize menarik.  Untuk ini PT KAI bisa kerjasama dengan berbagai sponsor. Bisa juga di berabgai acara, PT KAi jadi sponsor dengan memberikan voucher tiket LRT. Langkah ini juga bisa dilakukan ke sekolah-sekolah, bagikan tiket gratis untuk memancing para siswa naik LRT.

TIDAK ada kata lain kecual LRT Harus Dimanfaatkan Secara Optimal. Pada tataran sekarang, semua pihak harus dilibatkan untuk sosialisasi NAIK LRT.  Sosialisasi wajib digencarkan, sebab ini berkaitan dengan mengubah mindset (pola pikir) dan budaya masyarakat. Yang selama ini biasa naik angkot, bus kota, atau kendaraan pribadi. Mereka sudah terbiasa dengan moda transportasi konvensional, jadi tidak gampang untuk mengalihkan mereka dari PW (posisi Wuenak).

Para pendatang ke Kota Palembang yang dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II diarahkan naik LRT semua menyatakan senang. Mereka tidak mengalami kemacetan lalu lintas. Mereka dipandu turun di stasiun/halte terdekat dengan hotel tujuan. Para pendatang saja mengaku senang dan bangga naik LRT Palembang. Ironis jika masyarakat Palembang tak suka menggunakan LRT. [*]



Komentar Pembaca
Bye 2019.. Welcome 2020

Bye 2019.. Welcome 2020

SELASA, 31 DESEMBER 2019

Majelis Taklim Rajin Daftar ke TV

Majelis Taklim Rajin Daftar ke TV

MINGGU, 29 DESEMBER 2019

Deru Turun Tangan.. Pilkada OKUT Selesai
Kandidat Ambisius, Pilkada Jadi Super Mahal..
Stop Manjakan Direksi BPJS..

Stop Manjakan Direksi BPJS..

SENIN, 28 OKTOBER 2019

Alhamdulillah..Aman, Khidmat, dan Elegan
Persiapan Reuni Akbar 212

Persiapan Reuni Akbar 212

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 18:27:00

Diskusi Tolak Ahok

Diskusi Tolak Ahok

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 14:16:00

Anie Baswedan dan Wartawan

Anie Baswedan dan Wartawan

JUM'AT, 22 NOVEMBER 2019 , 20:59:00