Survei KSA, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Politik  RABU, 27 FEBRUARI 2019 , 07:50:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Survei KSA, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
RMOLSumsel. Kerangka Sampel Area (KSA) adalah teknik pendekatan penyampelan yang menggunakan area lahan sebagai unit enumerasi.

Sistem ini berbasis teknologi Sistem Informasi Geografi (SIG), pengideraan jauh, teknologi informasi, dan statistika yang saat ini sedang diimplementasikan di Indonesia untuk perolehan data dan informasi pertanian tanaman pangan.

Pendekatan KSA diharapkan mampu menjawab penyediaan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu untuk mendukung perencanaan Program Ketahanan Pangan Nasional.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKU,  Ir. Budiriyanto, MAP, usai melakukan supervisi lapangan survei Kerangka Sampel Area di Desa Tubohan Kecamatan Semidang Aji, Selasa (26/2), bersama petugas pencacah lapangan dan pengawas lapangan KSA.

Dijelaskan Budiriyanto,  keberhasilan pelaksanaan pembangunan ketahanan pangan sangat ditentukan perencanaan yang baik.

Untuk menyusun perencanaan yang baik, diperlukan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu sebagai dasar penetapan target dan tujuan yang ingin dicapai.

Kesalahan data dan informasi baik yang menyangkut keakuratan dan ketepatan waktu yang digunakan sebagai input mengakibatkan perencanaan yang dibuat tidak akan berguna atau bahkan merugikan apabila perencanaan tersebut diimplementasikan.

Untuk tahun 2019 ini, kata dia, BPS  embali melakukan Pendataan Statistik Tanaman Pangan Terintegrasi dengan Metode Kerangka Sampel Area (KSA).

KSA adalah suatu metode baru yang dikembangkan oleh  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan BPS dalam rangka memperbaiki metode pengumpulan data luas panen yang didasarkan pada hasil pandangan mata petugas pengumpul data (eye estimate).

Metode ini dilakukan dengan cara yang lebih objektif dan modern dengan melibatkan perangkat teknologi di dalamnya. Sehingga data pertanian yang dikumpulkan khususnya komoditi padi menjadi akurat dan tepat waktu.

Pelaksanaan kegiatan KSA ini dapat terwujud sebagai hasil kerjasama antara Badan Pusat Statistik, dan BPPT. Unit statistik (statistical unit) yang menjadi sasaran kegiatan sampai ke level Kecamatan, sedangkan obyek komoditas pertanian tanaman pangannya adalah padi.

Namun demikian masih memungkinkan untuk pengembangan kedepan diperluas untuk komoditas tanaman pangan yang lainnya.

Tujuan pendataan Statistik Tanaman Pangan Terintegrasi dengan Metode Kerangka Sampel Area adalah untuk memperbaiki metode pengumpulan menjadi lebih objektif dan modern dengan melibatkan peranan teknologi di dalamnya, sehingga data pertanian yang dikumpulkan menjadi akurat dan tepat waktu.

Pelaksanaan pengumpulan data statistik pertanian dengan menggunakan sistem KSA ini juga merupakan tidak lanjut pengembangan dan perbaikan dari kegiatan uji coba sebelunya yakni uji coba KSA di Kabupaten Indramayu dan Garut pada tahun 2015, dan kegiatan Pengumpulan Data Statistik Pertanian Tanaman Pangan Terintegrasi dengan Metode KSA di Pulau Jawa, kecuali Provinsi DKI Jakarta di tahun 2017.

Pendataan Statistik Tanaman Pangan Terintegrasi dengan Metode Kerangka Sampel Area (KSA) dilaksanakan pada 7 hari terakhir setiap bulan. Untuk bulan Februari 2019, dilaksanakan pada tanggal 22 sampai dengan 28 Februari 2019

Pendataan Statistik Tanaman Pangan Terintegrasi dengan Metode KSA yang dilaksanakan di Provinsi Sumatra Selatan dilakukan di seluruh kabupaten/kota.

Untuk Kabupaten OKU sendiri, dilakukan di 12 Kecamatan, yaitu Baturaja Barat, Baturaja Timur,  Lengkiti, Lubuk Batang, Lubuk Raja, Muara Jaya, Pengandonan, Peninjauan, Semidang Aji, Sinar Peninjauan, Sosoh Buay Rayap, dan Ulu Ogan.

Jumlah segmen yang akan diamati di 12 kecamatan tersebut berjumlah 43 segmen yang berupa lahan sawah, dimana masing-masing segmen berluas 9 hektar. Masing-masing segmen terdiri dari 9 sub segmen, dimana masing-masing subsegmen berluaskan 1 hektar.

Jumlah petugas Pendataan Statistik Tanaman Pangan Terintegrasi dengan Metode KSA di Kabupaten OKU berjumlah 11 orang, yang terdiri dari 8 orang pencacah dan 3 orang pengawas.

Pencacah akan mengamati fase pertumbuhan padi setiap sub segmen. Fase pertumbuhan padi terdiri dari vegetatif awal, vegetatif akhir, generatif, panen, persiapan lahan, puso, lahan sawah ditanami bukan padi, dan bukan sawah.

Petugas dibekali aplikasi berbasis android, yaitu aplikasi KSA untuk menentukan fase tumbuh dan akan mengambil gambar dengan aplikasi tersebut dan langsung di upload di server KSA, sehingga penentuan fase tumbuh tanaman padi oleh petugas dibuktikan juga dengan gambar visual. [sri]




Komentar Pembaca
Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

MINGGU, 20 OKTOBER 2019 , 07:10:00

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 , 17:47:00